Dampak Corona, Jokowi Diskon Tiket Pesawat Sebesar 30 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 16:56 WIB
Jokowi mendiskon tiket pesawat ke 10 destinasi wisata sebesar 30 persen agar virus corona tak 'menginfeksi' ekonomi RI. Pemerintah akan memberikan diskon 30 persen untuk tiket pesawat ke 10 destinasi di Indonesia. (Pixabay/albert22278)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan memberikan diskon sebesar 30 persen harga tiket pesawat ke 10 destinasi yang telah ditentukan. Destinasi wisata yang akan diberikan diskon harga tiket pesawat adalah Jogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, Danau Toba dan Bintan.

Diskon diberikan agar penyebaran wabah virus corona belakangan ini tak ikut 'menginfeksi' ekonomi RI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap pemerintah akan menggelontorkan insentif sebesar Rp443,39 miliar untuk memberikan diskon tiket pesawat wisatawan domestik.


"Untuk wisatawan domestik, akan diberikan insentif dalam bentuk diskon 30 persen harga tiket untuk 25 persen jumlah kursi per pesawat," ujarnya, Selasa (25/2).

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap diskon tiket pesawat tersebut akan diberikan selama tiga bulan yakni Maret hingga Mei.

"Ini berlaku 3 bulan. Program ini dirasakan jika bermanfaat maka bisa dilanjutkan," papar Airlangga.

Airlangga menegaskan dukungan atau insentif tersebut untuk memberikan wisatawan domestik dukungan.

Virus corona mewabah di beberapa penjuru dunia. Sampai dengan Selasa (25/2) virus telah membunuh 2.704 orang.

Selain itu, virus juga telah menginfeksi 80.248 orang lainnya. Virus juga telah memberikan dampak pada ekonomi.

Bagi Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu menyebut virus sudah 'menginfeksi' ekonomi dalam negeri.

Infeksi mulai terasa Januari 2020. 'Infeksi' terlihat dari perlambatan penerimaan perpajakan hingga kepabeanan dan cukai pada awal tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan penerimaan perpajakan pada Januari 2020 sebesar Rp84,7 triliun.

Realisasi itu turun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang masih bisa mencapai Rp90 triliun.

Penerimaan perpajakan itu baru setara 4,5 persen dari target sebesar Rp1.865,7 triliun yang ditetapkan pemerintah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Ia menyatakan penerimaan pajak dari sektor perdagangan sebesar Rp22,18 triliun atau hanya tumbuh tipis sebesar 2,6 persen.

Sementara, sektor pertambangan minus hingga 27,3 persen serta transportasi dan pergudangan minus 5,6 persen. Sri Mulyani bilang penerimaan pajak dari sektor pertambangan sebesar Rp7,18 triliun, sedangkan transportasi dan pergudangan Rp4,88 triliun.

"Perlambatan sektor perdagangan harus diwaspadai. Ini mungkin karena Virus Corona terutama paruh kedua Januari 2020. Sebelumnya tumbuh 8,4 persen, sekarang justru hanya 2,6 persen," kata Sri Mulyani, Rabu (19/2).

Dari sisi jenis penerimaan pajak, PPh 22 impor turun 7,43 persen menjadi Rp4,3 triliun. Kemudian, penerimaan PPh badan merosot 29,34 persen menjadi Rp6,92 triliun, PPh 26 turun 18,66 persen menjadi Rp3,6 triliun, dan PPN impor turun 11,65 persen menjadi Rp12,3 triliun.

[Gambas:Video CNN]


(aud/age)