Maklum, sektor pariwisata disebut terkena pukulan paling kencang dari wabah yang berasal dari Kota Wuhan, China itu. Padahal, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki efek berganda (multiplier effect) terbesar dalam perekonomian.
Sebab, sektor pariwisata ditopang oleh beragam subsektor mulai dari transportasi, akomodasi, hingga industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harga Tiket Pesawat Mulai Murah |
Penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata juga kian menanjak. Berdasarkan data Kemenparekraf, penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 10 persen dari total penduduk Indonesia yang bekerja.
Peluang sektor pariwisata untuk berkembang di Indonesia juga masih besar. Maklum, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia masih relatif kecil dibanding negara lain.
Tak ayal, pemerintah berjibaku untuk meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Salah satunya dengan menciptakan 10 destinasi pariwisata unggulan di antaranya Danau Toba, Labuan Bajo, dan Candi Borobudur. Namun, upaya itu tersandung di awal tahun setelah wabah virus corona merebak.
Untuk mengantipasi penyebaran virus, pemerintah sudah menutup penerbangan dari dan ke China sejak 5 Februari 2020 lalu. Aktivitas pariwisata warga asing yang menurun menyebabkan tingkat okupansi hotel merosot di sejumlah daerah unggulan.
Di Bali, misalnya, wabah virus corona menyebabkan keterisian atau okupansi hotel anjlok 60-80 persen, terutama di kawasan favorit wisatawan China, seperti Nusa Dua, Legian, dan Kuta.
[Gambas:Video CNN]
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama sebelumnya menaksir wabah virus corona berisiko merugikan sektor pariwisata RI hingga US$4 miliar atau sekitar Rp54,6 triliun jika terjadi selama setahun.
Sekitar US$2,8 miliar atau sekitar Rp38,2 triliun di antaranya berasal dari hilangnya pemasukan devisa wisatawan dari China. Sebagai catatan, rata-rata kunjungan turis China ke Indonesia mencapai 2 juta kunjungan per tahun dengan rata-rata pengeluaran US$1.400 per kunjungan.