Virus Corona, Pemerintah akan Diskon Pajak Maskapai dan Hotel

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 20:41 WIB
Pemerintah akan memberikan diskon pajak ke maskapai dan restoran agar dampak virus corona ke ekonomi bisa diredam. Pemerintah akan memberikan diskon pajak ke hotel, restoran dan maskapai supaya dampak virus corona ke ekonomi bisa diredam. (CNN Indonesia/Aria Ananda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah bakal memberikan insentif pajak untuk biro perjalanan, maskapai penerbangan, hotel, dan restoran untuk meredam dampak wabah virus corona terhadap ekonomi domestik. Harapannya, insentif itu bisa membuat pengusaha memberikan harga yang lebih murah kepada konsumen.

"Kami harapkan dengan diberikan itu (insentif) mereka bisa berikan diskon," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Senin (24/2).

Namun, pemerintah tak membuat aturan mengenai minimal diskon yang diberikan kepada konsumen. Wishnutama bilang hal itu diputuskan sendiri oleh masing-masing perusahaan.


"Misalnya begini, ada insentif pajak ke hotel tapi hotelnya sendiri nanti punya pertimbangan sendiri. Kami tidak bisa menentukan hotelnya memberikan diskon berapa," kata dia.

Nantinya, pemerintah akan membuat insentif untuk satu paket penerbangan. Namun, ini hanya untuk rute-rute tertentu yang dipilih oleh pemerintah.

Beberapa rute yang dimaksud, seperti Yogyakarta, Belitung, Malang, Bali, Manado, dan Bintan. Menurut Wishnutama, kawasan itu kerap menjadi tujuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Besok rencananya pukul 13.30 kami akan ke presiden untuk meminta persetujuan," terang Wishnutama.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bakal memberikan diskon tiket pesawat sebesar 30 persen untuk wisatawan domestik dan 50 persen untuk biro perjalanan.

[Gambas:Video CNN]
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku masih akan memfinalisasi keinginan kepala negara tersebut. Ia membenarkan diskon diberikan untuk merangsang industri pariwisata yang terpukul karena virus corona.

Diketahui, virus corona mulai mewabah di Provinsi Hubei, China pada Desember 2019. Virus ini menyebar ke berbagai negara hingga membuat negara dan maskapai menghentikan penerbangan dari dan ke China. (aud/agt)