Virus Corona Mengkhawatirkan, IHSG Tergelincir 3,4 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 09:57 WIB
Virus Corona Mengkhawatirkan, IHSG Tergelincir 3,4 Persen IHSG amblas hingga 2 persen karena terinfeksi virus corona. Secara ytd, IHSG sudah terkoreksi hingga 14,56 persen. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok ke level 5.436 pada pembukaan Jumat (28/2). Pada pembukaan pagi ini, IHSG tergelincir 1,8 persen atau 99 poin dari level 5.535 pada penutupan Kamis (27/2).

Berdasarkan pantauan dari RTI Infokom, selang satu menit setelah pembukaan, IHSG anjlok sebesar 3,53 persen atau sekitar 96 poin ke level 5.340. Terendahnya, IHSG sempat menyentuh level 5.331. Hingga pukul 09.53 WIB, IHSG terpantau berada di level 5.345.

Secara year-to-date, IHSG amblas sebanyak 15,15 persen. Sedangkan dalam periode 1 tahun, IHSG melorot 18,04 persen.


Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee melihat anjloknya pasar saham karena infeksi virus corona yang semakin masif.

"Market rontok karena WHO memutuskan virus corona menjadi epidemi. Kekhawatiran endemi terhadap ekonomi memukuk pasar saham," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/2).

Menurut Hans, investor pun mulai menghitung laba perusahaan 2020 akibat virus corona sehingga membuat pasar saham di sebagian besar negara rontok, termasuk Indonesia.

Terpantau Indeks Nikkei 225 di Jepang rontok hingga 3,48 persen, Hang Seng di Hong Kong turun 2,35 persen. Indeks Dow Jones di AS amblas hingga 4,42 persen.

Hans menambahkan bagi-bagi dividen perusahaan bluechips seperti PT BRI (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. turut mempengaruhi pergerakan IHSG.

Hans memprediksi pasar kembali menguat pada Maret. Penguatan ini sejalan dengan proyeksi 'bangkitnya' produksi di China usai terpukul virus corona.

Berdasarkan dashboard Johns Hopkins, hingga pukul 9.33 WIB, tercatat virus corona telah 'menginfeksi' 83.342 orang dengan korban meninggal mencapai 2.858. Berdasarkan grafik penyebaran, terlihat jumlah korban di China bergerak stagnan.

Namun, penyebaran virus corona di luar China semakin meluas. Sehingga, menyebabkan kekhawatiran pasar di seluruh dunia. 

[Gambas:Video CNN]


(age/bir)