Virus Corona Buat Dana Asing Menguap Hampir Rp5 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 11:54 WIB
Virus Corona Buat Dana Asing Menguap Hampir Rp5 Triliun Investor asing kompak tarik dana dari pasar modal. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terperosok ke jurang pelemahan. Pagi ini saja, indeks sudah minus 3,82 persen ke level 5.324.

Kalau dilihat sejak awal tahun hingga posisi sekarang (year-to-date/ytd), indeks tercatat anjlok hingga 15,26 persen. Sebagai catatan, IHSG pada awal tahun ini masih di level 6.283.

Merosotnya bursa saham domestik sejalan dengan arus modal asing yang keluar (capital outflow). Investor asing ramai-ramai menarik dananya dari pasar modal, sehingga indeks tercatat jual bersih (net sell).


Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp4,7 triliun sejak awal tahun hingga perdagangan 27 Februari 2020. Namun, khusus perdagangan kemarin net sell asing tercatat sebesar Rp1,04 triliun.

Investor asing terlihat mulai melarikan dananya dari pasar saham domestik sejak 14 Februari 2020 lalu. Saat itu, asing tercatat net sell sebesar Rp358,85 miliar.

Aksi jual investor asing berlanjut keesokan harinya, sehingga asing kembali net sell sebesar Rp755,81 miliar. Kemudian, net sell asing tembus hingga Rp1,74 triliun pada 26 Februari 2020 dan Rp1,04 triliun pada 27 Februari 2020.

Sementara, pagi ini asing terlihat net sell di pasar regional sebesar Rp41,86 miliar dan all market sebesar Rp42,7 miliar. Namun, penutupan sesi I asing membukukan net buy Rp 61,59 miliar.

Analis Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio memprediksi investor masih terus menarik dananya dari pasar saham hingga beberapa waktu ke depan. Mereka mengalihkan investasinya ke aset yang lebih aman (safe haven) di tengah penyebaran wabah virus corona.

"Virus corona membuat investor pergi ke instrumen safe haven. Saham menjadi lesu," ucap Bertoni kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/2).

Hanya saja, Bertoni mengaku belum bisa memprediksi jumlah net sell asing hingga akhir tahun ini. Hal yang pasti, investor asing masih akan tercatat net sell dalam beberapa waktu ke depan.

Namun, ia melihat sebagian pelaku pasar berpotensi kembali melakukan aksi beli pada awal April 2020. Menurutnya, sejumlah saham yang sudah murah dapat menarik pelaku pasar untuk melakukan transaksi.

"Awal April (investor kembali melalukan aksi beli). Saat ini saham-saham sudah murah namun karena sentimen eksternal maka bisa lebih murah lagi," pungkas Bertoni.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)