"Kondisi pariwisata kali ini paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung I Wayan Kariana, Senin (2/3).
Selama ini, sambung dia, destinasi wisata di Pulau Nusa Penida sangat tergantung dengan wisatawan dari China. Tak ayal, penutupan penerbangan dari dan ke China membuat obyek wisata di Nusa Penida sepi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kunjungan dari China anjlok, kata dia, justru ada tren meningkat dari kunjungan wisatawan asal India. Hal ini tercatat di dua bulan terakhir. Sedangkan untuk pasar Eropa masih terbilang stabil.
Untuk menyiasati agar kunjungan wisatawan ke Nusa Penida terdongkrak, pelaku pariwisata mulai memberlakukan diskon dari 20 sampai 30 persen.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, hingga Senin (2/3), korban meninggal dunia karena virus corona mencapai 3.041 orang dan menginfeksi 88.443 kasus.
Siang ini, Presiden Joko Widodo mengonfirmasi dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi virus corona setelah bertemu dengan warga negara Jepang.