Dua WNI Terinfeksi Virus Corona, Harga Masker Melambung

CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 11:22 WIB
Harga masker dan hand sanitizer melambung setelah dua WNI positif terinfeksi virus corona. Harga masker dan hand sanitizer melambung setelah kabar dua pasien positif virus corona. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga masker mulut dan hand sanitizer di toko online atau e-commerce melambung usai pemerintah menyatakan dua WNI positif terinfeksi virus corona. Setelah pengumuman itu, masyarakat berbondong-bondong membeli masker mulut dan hand sanitizer baik di toko fisik (offline) maupun e-commerce.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Selasa (3/3), pada platform Shopee satu kotak masker muka merek Sensi 3 ply (3 lapis) dijual seharga Rp500 ribu-Rp700 ribu. Toko online lainnya, menjual masker dengan merek yang sama seharga Rp299.555-Rp499.555 satu kotak.

Sementara, stok masker di toko resmi Watson telah habis. Dari platform yang sama, hand sanitizer merek Dettol ukuran 200 mililiter (ml) dijual seharga Rp145 ribu. Lalu, hand sanitizer merek yang sama dengan ukuran 50 ml dipatok Rp53.500. Sedangkan, stok hand sanitizer di toko resmi Watson telah habis.


Sementara, pantauan harga masker dan hand sanitizer pada platform Tokopedia tak jauh berbeda. Harga masker satu kotak merek Sensi 3 ply (3 lapis) dijual seharga Rp429 ribu.

Toko online lainnya, menjual masker dengan merek yang sama seharga Rp700 ribu satu kotak. Dari platform Tokopedia, hand sanitizer merek Dettol ukuran 200 mililiter (ml) dijual seharga Rp200 ribu. Sementara, hand sanitizer merek yang sama dengan ukuran 50 ml dipatok Rp90 ribu.

Salah satu pembeli, Tiara mengaku kaget dengan harga hand sanitizer yang melonjak. Ia berniat membeli di toko online lantaran stok masker muka dan hand sanitizer di Alfamart telah habis.

"Tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, aku mau beli karena di Alfamart sudah habis, eh di Tokopedia harganya segitu," katanya lirih.

Untuk informasi, dua orang WNI positif terkena virus corona, yakni seorang perempuan usia 31 tahun dan ibunya 64 tahun. Sang putri disebut-sebut sempat berinteraksi dengan warga negara Jepang yang positif tertular virus corona.

Saat ini, warga Jepang tersebut telah diisolasi di Malaysia, sedangkan dua pasien positif corona tersebut telah diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)