"Jadi sekarang bank-bank tidak langsung di-punish (dihukum) karena ada kemungkinan kenaikan NPL (nonperforming loan)," ujar Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, ditemui usai rapat terbatas di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).
Keringanan, sambung Ani, diberikan karena banyak perusahaan yang menghentikan sementara produksi mereka lantaran kekurangan pasokan bahan baku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Puluhan Pengusaha Vila di Bali PHK Karyawan |
Apalagi, lanjut Ani, banyak sekali proses produksi dari perusahaan-perusahaan terpaksa terhenti karena tak ada pasokan bahan baku yang diimpor dari negara-negara pemasok.
"Karena kemudian terjadi karantina, terjadi self quarantine, jadi lock down. Kemudian, terjadi larangan penerbangan, itu semua menimbulkan destruction dari sisi produksi," imbuh dia.
"Kita sama-sama di dalam melihat nanti diagnosis industri-industri manufaktur apa yang paling tekena dari kasus ini," katanya.
"Kalau awalnya di Wuhan, Provinsi Hubei, itu adalah industri elektronik paling besar, industri otomotif, meski otomotif kita lebih banyak dari Jepang, virus corona ada di Jepang dan Korea Selatan juga. Ini yg harus kita lihat," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(tst/bir)