Kimia Farma Batasi Penjualan Masker di Tengah Wabah Corona

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 15:23 WIB
Kimia Farma membatasi penjualan masker dan hand sanitizer demi mencegah penimbunan di tengah wabah virus corona. Kimia Farma membatasi penjualan masker dan hand sanitizer demi mencegah penimbunan di tengah wabah virus corona. (CNN Indonesia/Wella Andany).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kimia Farma Tbk memutuskan untuk membatasi penjualan masker karena persediaan kian menipis. Dengan kebijakan tersebut, penjualan masker dibatasi maksimal 2 pcs dengan harga Rp2.000.

Penjaga gerai Kimia Farma di bilangan Cikini, Jakarta Pusat yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan pembatasan dilakukan demi mencegah penimbunan masker. 

Tak hanya masker, pembatasan juga dilakukan terhadap penjualan hand sanitizer. Dengan kebijakan tersebut, per orang hanya diperbolehkan membeli satu botol cairan pembersih tangan.


Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir pada kunjungannya ke salah satu gerai Kimia Farma mengatakan walau dibatasi saat ini stok masker masih banyak.

Data yang dimilikinya, saat ini tersedia sebanyak 4.000 dus atau 215 ribu pieces masker. Erick juga menyebut bahwa pemerintah telah memesan masker tambahan sebanyak 7,2 juta pcs. 

Dengan 1.300 gerai Kimia Farma yang ada di seluruh Indonesia, Erick meminta masyarakat untuk tidak panik dan membeli masker berlebihan. Sebab, menurutnya, pemerintah akan memastikan ketersediaan masker kesehatan.

"Kimia Farma sudah melakukan antisipasi sejak 10 Januari. Dan kita barusan cek masker dan antiseptik semua ada. Harga juga dipastikan normal," papar Erick.

Permintaan masker meningkat belakangan ini setelah Presiden Jokowi menyebut dua WNI positif terinfeksi virus corona. Warga yang panik memborong masker, obat-obatan, antiseptik dan barang kesehatan lainnya. 

Di toko ritel, mereka memborong barang kebutuhan pokok atau sembako, seperti makanan instan, minuman kemasan, hingga popok bayi, secara berlebihan dalam sehari.

[Gambas:Video CNN] (wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK