Sebelumnya, pemerintah memberlakukan larangan masuk bagi warga negara China. Sebagai catatan, virus corona diduga pertama kali muncul di Kota Wuhan, China.
Belakangan pemerintah juga memberlakukan larangan masuk bagi turis asal negara dengan kasus positif virus tinggi, seperti Korea Selatan, Italia,dan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pertimbangkan tingkat urgency-nya. Kalau mereka bisa travel ke sini, silakan atau kami travel ke sana," ungkap Iman.
Kendati begitu, Iman mengaku memang ada pula agenda perundingan yang terpaksa ditunda. Namun, hal itu tak serta merta membuat kerja sama batal, melainkan hanya butuh penyesuaian waktu saja mengingat wabah virus menjadi perhatian banyak negara mitra dagang dan investasi Indonesia.
Lebih lanjut, Iman masih percaya diri bahwa target berbagai perundingan kerja sama masih bisa sesuai target. "Yang jelas, kami tetap mengupayakan jalan," ujarnya.
Sebagai informasi, negara-negara yang mendapat larangan masuk merupakan mitra investasi bagi Indonesia. China misalnya, merupakan negara penyumbang investasi terbesar kedua bagi Indonesia, setelah Singapura.
Total investasi dari Negeri Tirai Bambu mencapai US$4,7 miliar melalui 2.130 proyek. Sementara investasi dari Korea Selatan mencapai US$1,07 miliar melalui 2.952 proyek. Sedangkan aliran investasi Italia senilai US$27,4 juta melalui 264 proyek dan Iran US$300 ribu melalui 26 proyek.
[Gambas:Video CNN]
(uli/sfr)