Oyo Pecat 1.800 Karyawan di China dan India

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 06/03/2020 20:44 WIB
Oyo memecat karyawan sekitar 1.800 orang di China dan India. Oyo memecat karyawan sekitar 1.800 orang di China dan India. Ilustrasi. (Himawari_Dew/Thinkstock).
Jakarta, CNN Indonesia -- Startup properti Oyo memecat sekitar 1.800 ribu orang karyawannya di China dan India. Oyo telah memecat 5 persen dari 12 ribu karyawannya di China atau sekitar 600 orang. Sementara, di India, Oyo memecat 12 persen dari 10 ribu karyawan atau sekitar 1.200 orang.

Dikutip dari Bloomberg, Oyo berencana untuk menambah 1.200 orang lagi di India selama tiga hingga empat bulan ke depan. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengaku sedang melakukan restrukturisasi.

"Kami terus menjadi salah satu tempat terbaik untuk bekerja dan salah satu alasan utama untuk mempertahankan hal tersebut adalah kemampuan untuk mengevaluasi," tulis Oyo dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari Bloomberg, Jumar (6/3).


Oyo merupakan salah satu portofolio investasi Softbank yang mengalami masalah keuangan. WeWork, Uber dan Slack pun mengalami masalah keuangan dan membuat saham mereka anjlok.

SoftBank's Vision Fun telah menyuntik US$1,5 miliar untuk Oyo dan mengerek valuasi perusahaan menjadi US$10 miliar.

Sebelumnya, WeWork yang menawarkan ruang kerja bersama (co-working space) untuk startup menyatakan akan memecat 2.400 karyawan mereka di seluruh dunia pada akhir 2019. Jumlah karyawan yang dipecat tersebut mencapai sekitar seperlima dari tenaga kerja mereka.

Kerugian WeWork berkontribusi pada SoftBank. Kepala Eksekutif SoftBank Masayoshi Son menyatakan menyesal dengan kondisi tersebut. Menurutnya ia telah salah soal investasi di WeWork.

"Keputusan investasi saya dalam banyak hal buruk. Saya sangat menyesalinya," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(age/sfr)