'Curhat' Bos Softbank Pakai Insting dan Nyali Suntik Alibaba

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 08:32 WIB
'Curhat' Bos Softbank Pakai Insting dan Nyali Suntik Alibaba CEO Softbank Masayoshi Son mengkisahkan pengalamannya ketika bertemu Jack Ma. (YOSHIKAZU TSUNO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah mengalami kerugian, CEO Softbank Masayoshi Son masih mempercayai 'insting' untuk melakukan investasi.

Dilansir dari CNN, dalam forum yang mengundang dirinya dan Pendiri Jack Ma di Tokyo, Son menegaskan keyakinannya saat melakukan investasi. Son mengungkap investasi yang dilakukan didorong oleh nyali dan insting.

Dia pun membagikan kisah 'percaya dirinya' ketika menyuntikkan modal ke perusahaan e-Commerce milik Ma sebesar US$20 juta.


Dia berkisah, di antara pengusaha China yang Son temui saat berkunjung ke China pada 2000. Menurut Son, saat itu Ma satu-satunya pengusaha yang tidak meminta uang dan tidak memiliki rencana bisnis. Namun, Son mengenang Ma memiliki 'semangat pejuang' dan semangat bagaimana internet akan mengubah China.

"Jack adalah satu-satunya orang dengan mata berbinar dan [dia] menangkap hatiku," kata Son.

Son mengatakan dia kemudian harus bekerja untuk meyakinkan Ma untuk mengambil uangnya. Pertama kali, Son menawarkan Jack Ma sebesar US$50 juta.

Jumlah tersebut ditolak Ma karena dinilai terlalu banyak. Akhirnya Ma menerima US$20 dan Softbank mendapatkan 32 persen saham Alibaba. Softbank sempat menjual sedikit saham Alibaba dan saat ini memiliki sekitar 26 persen saham raksasa e-Commerce China.

Saat ini, Alibaba memiliki nilai hampir US$135 miliar. Son menyampaikan kepada pendiri startup China lainnya yang ia temui dalam perjalanan itu.

Gaya investasi 'emosional' Son sedang dalam sorotan beberapa bulan terakhir. Pasalnya, Son dan SoftBank memompa jutaan dolar ke WeWork.

WeWork sendiri membatalkan penawaran publik yang sangat dinanti-nantikan setelah investor mempertanyakan penilaian yang sangat tinggi dari startup dan praktik manajemen di bawah Neumann.

SoftBank akhirnya menebus WeWork dengan dana penyelamatan sebesar US$9,5 miliar.

Perusahaan lain dalam portofolio Vision Fund pun sedang mengalami kesulitan yakni Uber dan Slack. Saham keduanya turun sekitar 40% dari nilai tertinggi di bulan Juni.

Penurunan tersebut menyebabkan SoftBank melaporkan kerugian operasi hampir US$9 miliar untuk kuartal Juli hingga September.

Tapi Ma memberi Son dukungan. Ma memuji visinya tentang masa depan yang didorong oleh teknologi.

"Dia mungkin memiliki nyali terbesar di dunia dalam melakukan investasi. Sangat sedikit orang di dunia yang memiliki keberanian itu," kata Ma.

"Terlalu banyak nyali, kadang-kadang aku kehilangan banyak uang," Son menyela.

Pembicaraan keduanya tersebut membuat para hadirin tertawa. Son mengatakan ingin SoftBank bertahan lama setelah dia pergi, dan satu-satunya cara untuk memastikannya adalah mendukung ratusan perusahaan, teknologi, dan wirausahawan baru yang paling bersinar di zaman itu.

Son berkata bahwa dia tahu Ma adalah prospek bernilai miliaran dolar setelah beberapa menit melihatnya.

"Aku bisa mencium baunya. Kami berdua sedikit gila," kata Son.

"Ya, orang-orang bilang kita gila tapi kita tidak sebodoh itu, kan? Kita bisa gila, kita seharusnya tidak bodoh," jawab Ma.

[Gambas:Video CNN] (CNN/age)