Menanggapi keputusan pemerintah, sejumlah warga pengguna ojek online angkat suara. Paramita (32 tahun), karyawan swasta mengaku akan membatasi penggunaan ojol dan mulai beralih ke Transjakarta. "Jadi, ya seperlunya saja. Kalau bisa naik Transjakarta, ya Transjakarta," ujarnya, Selasa (10/3).
Hal senada disampaikan Dessy Rosalina (35 tahun), karyawan swasta yang bekerja di Jakarta dan berdomisili di Depok, Jawa Barat. Ia akan membatasi penggunaan ojol hanya untuk jarak dekat dan kembali mengandalkan Transjakarta untuk jarak tempuh jauh dengan akses yang mudah dicapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tarif Ojol Resmi Naik Rp250 per KM |
Sementara itu, Zulkifli (30 tahun), mengaku tidak keberatan dengan kenaikan tarif ojol. Toh, pengusaha jajanan pinggiran itu tak sering menggunakan ojol. Buktinya, ongkos yang dihabiskan untuk membayarkan layanan ojol pun tidak lebih dari Rp400 ribu per bulan.
Menurut dia, penggunaan ojol dipilih untuk jarak tempuh tidak lebih dari 10 km. "Tidak terlalu memberatkan sih, karena jarang pakai (ojol) ya. Yang penting kalau naik, ada peningkatan dari segi pelayanan dan jaminan keselamatan di jalan ya," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
(bir/agt)