Virus Corona Mulai Tekan Pengunjung Pusat Perbelanjaan

CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2020 18:00 WIB
Pengunjung Grand Indonesia turun 10 persen-15 persen setelah virus corona masuk Indonesia. Pengelola pusat perbelanjaan ikut tertekan virus corona. (CNN Indonesia/Daniela).
Jakarta, CNN Indonesia -- Virus corona terus 'menginfeksi' nadi ekonomi dalam negeri. Jika sebelumnya infeksi terjadi pada sektor pariwisata, pengelola pusat perbelanjaan mengalami masalah sama.

Penyebaran wabah telah menekan jumlah pengunjung mereka. Salah satu pusat perbelanjaan yang mengalami penurunan pengunjung adalah Grand Indonesia. Penurunan tersebut terjadi setelah Presiden Jokowi mengumumkan dua warga negara Indonesia (WNI) terinfeksi virus corona.

Corporate Communications Grand Indonesia Annisa Hazarini mengatakan setelah pengumuman tersebut jumlah pengunjung pusat perbelanjaan langsung anjlok 10 persen-15 persen per hari. "Biasanya dari Kamis, Jumat, Sabtu bergerak naik, tapi sekarang tidak signifikan dulu sebelum virus corona," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).


Annisa mengatakan sejumlah tenant sebenaryna sudah menyadari penurunan pengunjung dipicu oleh kekhawatiran masyarakat atas penyebaran wabah virus corona. Namun, tetap saja mereka mengeluh.

Pasalnya, penurunan pengunjung telah berdampak ke penghasilan mereka. "Memang belum ada yang menutup tenant-nya karena masalah tersebut," katanya.

Segendang sepenarian, penurunan pengunjung juga disampaikan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan (APPBI). Saat ini, anggota APPBI tengah mengumpulkan data penurunan pengunjung.

Meskipun demikian, Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan penurunan pengujung tidak terlalu signifikan. "Ada penurunan tapi jumlahnya tidak banyak. Nanti didata dulu, sekarang masih didata," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Senjata Diskon

Annisa mengatakan untuk menyiasati penurunan tersebut, sejumlah tenant memancing pengunjung dengan tawaran diskon. Sementara itu, dari sisi pengelola pusat perbelanjaan, pihaknya berusaha memulihkan kepercayaan masyarakat untuk kembali menyerbu pusat perbelanjaan dengan menjaga kebersihan tempat.

Upaya tersebut dilakukan dengan menyediakan hand sanitizer. Selain itu, secara berkala pihaknya juga membersihkan area pusat perbelanjaan yang sering disentuh oleh pengunjung, seperti, pegangan pintu, tombol lift dan pegangan eskalator.

"Kami semua melakukan pembersihan secara berkala yang tadinya mungkin sekian kali kami tingkatkan lagi sesering mungkin. Kami berupaya sebisa mungkin membuat customer merasa nyaman berada di Grand Indonesia," tuturnya.

Stefanus mengatakan upaya menjaga kebersihan tersebut dilakukan demi mematuhi anjuran dari Kementerian Kesehatan maupun Pemda DKI Jakarta.

Virus corona telah mewabah dari China dan menyebar ke sekitar 115 negara. Sampai dengan akhir pekan ini sudah terdapat 128.343 kasus infeksi virus tersebut.

Infeksi telah mengakibatkan 4.720 orang meninggal. Untuk Indonesia, setidaknya ada 34 kasus infeksi dengan 1 kasus meninggal.

Penyebaran wabah tersebut juga telah menekan sejumlah ekonomi dalam negeri. Salah satunya kegiatan ekonomi di sektor pariwisata terutama di Bali.

Para pelaku usaha pariwisata di Nusa Penida, Bali menyatakan semenjak virus mewabah, jumlah kunjungan wisatawan ke daerah mereka anjlok 100 persen. Akibatnya, sejumlah akomodasi wisata di Nusa Penida lesu. Pasalnya, awal Februari kemarin sama sekali tidak ada pesanan dari wisatawan yang biasanya meramaikan kawasan tersebut.

"Kami sudah sangat merasakan dampak Virus Corona. Wisatawan anjlok 100 persen. Usaha kacau semua, padahal selama ini wisatawan China yang paling mendominasi pasar akomodasi water sport," ujar Darmaya, Jumat (31/1).







(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK