Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso belum merinci stimulus ekonomi yang dimaksud. Namun, ia memastikan paket stimulus jilid ketiga merupakan hasil evaluasi dari paket stimulus jilid pertama dan kedua.
"Ini stimulus lanjutan yang didasari hasil evaluasi stimulus satu dan dua. Salah satunya kebijakan untuk mendukung social distancing, nanti akan ada kebijakan yang kami keluarkan," ujarnya, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya, untuk merangsang kembali minat wisata dari kedua jenis turis. Namun belakangan, insentif bagi turis luar negeri diundur karena Indonesia menutup akses penerbangan dari dan menuju beberapa negara yang merupakan epicentrum virus corona.
Sementara pada jilid kedua, pemerintah menebar insentif gratis pungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, 22, dan 25 kepada pekerja industri manufaktur dan perusahaan. Tujuannya, untuk menumbuhkan daya beli masyarakat di tengah tekanan pandemi virus corona.
Padahal, yang terjadi saat ini, masyarakat justru diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, mulai dari bekerja, belajar, hingga ibadah dari rumah.
"Jika orang mengurangi aktivitas, termasuk pergi berbelanja, menghindari keramaian, kontak people to people, maka pola kebijakan yang tujuannya mendorong permintaan melalui belanja tidak akan efektif. Walau memiliki uang, orang akan mengurangi aktivitas belanjanya," kata Chatib dalam unggahan di akun Twitter pribadinya.
Karenanya, ia menyarankan agar pemerintah mengubah kebijakan stimulus tersebut. Sebagai pengganti, ia menyarankan pemerintah untuk fokus memenuhi kebutuhan masyarakat di perkotaan, meningkatkan aliran bantuan sosial (bansos), hingga lebih mengedepankan layanan kesehatan.
[Gambas:Video CNN]