Salah satu pengalihan yang mungkin dialihkan adalah dana pembangunan proyek. "Artinya, dana-dana yang selama ini dianggarkan untuk pembangunan atau proyek-proyek supaya dialihkan dulu untuk kesehatan rakyat dan menyelamatkannya dari Corona," kata Mahfud melalui akun instagram resmi Polhukam RI.
Meski begitu, dalam postingan tersebut tidak dijelaskan secara rinci terkait besaran anggaran yang akan dialihkan untuk mengatasi wabah tersebut. Cuma, Presiden Jokowi dalam pernyataan yang dikeluarkan awal pekan kemarin menyebut ada dana Rp40 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat agar penyebaran wabah virus corona tidak menekan kehidupan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun sudah menginfeksi masyarakat Indonesia, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah hingga saat ini belum berpikir untuk menerapkan kebijakan lockdown atau membatasi akses keluar-masuk di wilayah tertentu.
"Sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown," kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Bogor.
[Gambas:Video CNN]
Jokowi mengatakan saat ini yang paling penting dilakukan dalam mencegah penyebaran virus corona adalah mengurangi mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain. Dia mengimbau agar masyarakat tidak berkumpul atau mendatangi kerumunan.
Jokowi juga menegaskan kebijakan untuk melakukan lockdown tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. Hanya pemerintah pusat yang boleh memutuskan hal tersebut berkenaan dengan pandemi virus corona (Covid-19).
"Lockdown baik di tingkat nasional, daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Tidak boleh diambil pemda. Sampai saat ini tidak boleh berpikiran kebijakan lokal," tuturnya.