Jokowi Akan Alihkan Dana Proyek untuk Penanganan Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 11:21 WIB
Jokowi Akan Alihkan Dana Proyek untuk Penanganan Virus Corona Jokowi akan mengalihkan anggaran pembangunan proyek untuk menangani wabah virus corona. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan saat ini pemerintah tengah fokus menyelamatkan masyarakat dari penyebaran wabah virus corona. untuk itulah, pemerintah akan mengalihkan anggaran untuk menangani penyebaran wabah corona.

Salah satu pengalihan yang mungkin dialihkan adalah dana pembangunan proyek. "Artinya, dana-dana yang selama ini dianggarkan untuk pembangunan atau proyek-proyek supaya dialihkan dulu untuk kesehatan rakyat dan menyelamatkannya dari Corona," kata Mahfud melalui akun instagram resmi Polhukam RI.

Meski begitu, dalam postingan tersebut tidak dijelaskan secara rinci terkait besaran anggaran yang akan dialihkan untuk mengatasi wabah tersebut. Cuma, Presiden Jokowi dalam pernyataan yang dikeluarkan awal pekan kemarin menyebut ada dana Rp40 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat agar penyebaran wabah virus corona tidak menekan kehidupan mereka.


Dana tersebut merupakan peralihan anggaran  program di beberapa kementerian yang dianggap belum perlu untuk digunakan dalam waktu dekat ini. Atas dasar itulah, Jokowi memerintahkan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju untuk menahan dulu kegiatan-kegiatan yang tak berdampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Kegiatan itu, seperti perjalanan dinas atau pertemuan di luar kantor.

"Pertemuan-pertemuan yang tidak perlu ditahan dulu. Tadi saya juga minta ke Kementerian Keuangan untuk dibekukan terlebih dahulu. Ini ada kurang lebih Rp40 triliun yang bisa segera dialihkan ke program yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat," ujarnya.

Virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China kini telah masuk ke Indonesia. Juru bicara penanganan kasus virus corona Achmad Yurianto mengatakan sampai dengan Senin (16/3) kemarin sudah ada 134 orang di Indonesia yang terinfeksi virus tersebut. Dari jumlah tersebut, 5 orang di antaranya meninggal dan 8 orang lainnya berhasil sembuh.

Meskipun sudah menginfeksi masyarakat Indonesia, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah hingga saat ini belum berpikir untuk menerapkan kebijakan lockdown atau membatasi akses keluar-masuk di wilayah tertentu.

"Sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown," kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Bogor.

[Gambas:Video CNN]
Jokowi mengatakan saat ini yang paling penting dilakukan dalam mencegah penyebaran virus corona adalah mengurangi mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain. Dia mengimbau agar masyarakat tidak berkumpul atau mendatangi kerumunan.

Jokowi juga menegaskan kebijakan untuk melakukan lockdown tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. Hanya pemerintah pusat yang boleh memutuskan hal tersebut berkenaan dengan pandemi virus corona (Covid-19).

"Lockdown baik di tingkat nasional, daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Tidak boleh diambil pemda. Sampai saat ini tidak boleh berpikiran kebijakan lokal," tuturnya.

(tst/agt)