Pemerintah Kantongi Rp17,05 T dari Lelang Tujuh Surat Utang

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 18:38 WIB
Raupan dana dari lelang tujuh Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp17,05 triliun dari total penawaran Rp51,3 triliun. Pemerintah meraup Rp17,05 triliun dari lelang tujuh SBN pada Selasa (17/3). Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaksanakan lelang tujuh Surat Berharga Negara (SBN) pada Selasa (17/3). Dari lelang surat utang tersebut, pemerintah meraup pendanaan sebesar Rp17,05 triliun.

Jumlah tersebut melebihi target indikatif yang dipatok sebelumnya, yakni Rp15 triliun. Sedangkan total penawaran yang masuk mencapai Rp51,30 triliun.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, pemerintah melelang lima seri SBN dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) dan dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN).


Kelima SUN itu terdiri dari seri FR081, FR082, FR0080, FR0083, dan FR007. Sementara itu, SPN yang dilelang adalah seri SPN12200619 dan SPN12210304.

Secara rinci, raupan dana paling besar diperoleh dari lelang seri SPN12210304 sebesar Rp6,4 triliun. Surat utang ini memiliki kupon rata-rata 3,35 persen per tahun, dan jatuh tempo pada 4 Maret 2021.

Kemudian, pemerintah mengantongi dana sebesar Rp3,5 triliun dari seri FR0081. Surat utang ini memiliki kupon rata-rata 6,71 persen per tahun, dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025.

Lalu, pemerintah juga meraup dana dari seri SPN12200619 senilai Rp3,1 triliun. Surat utang ini memiliki kupon rata-rata 2,76 persen per tahun, dan jatuh tempo pada 19 Juni 2020.

Untuk seri FR0082, pemerintah mendapatkan dana sebesar Rp2,6 triliun. Seri ini memiliki menawarkan kupon rata-rata 7,47 persen per tahun, dan jatuh tempo pada 15 September 2030.

[Gambas:Video CNN]

Selanjutnya, negara mendapatkan uang sebesar Rp850 miliar dari penerbitan seri FR0080. Surat utang ini mematok kupon rata-rata 7,69 persen per tahun, dan jatuh tempo pada 15 Juni 2035.

Terakhir, pemerintah meraup dana sebesar Rp600 miliar dari penerbitan seri FR0083. Surat utang ini menetapkan kupon rata-rata 7,83 persen per tahun, dan jatuh tempo pada 15 April 2040.

Akan tetapi, pemerintah tidak memenangkan seri FR0076 meskipun terdapat penawaran masuk senilai Rp755 miliar. Sebelumnya, pemerintah telah meraup dana sebesar Rp18,5 triliun dari lelang surat utang pada Februari lalu. Dalam kesempatan itu, permintaan lelang mencetak rekor baru senilai Rp127,2 triliun.

(ulf/sfr)