Sri Mulyani menjelaskan sektor kesehatan juga akan masuk dalam paket kebijakan fiskal jilid ketiga. Ia mencontohkan, kebijakan yang diambil kemungkinan seperti mempermudah perusahaan untuk memproduksi alat-alat kesehatan dan mengedepankan kebutuhan rumah sakit.
"Permintaan ini kan sedang tinggi, jadi permudah untuk menyediakan peralatan kesehatan, masker, kemudian mungkin ventilator yang dibutuhkan rumah sakit," ucap Sri Mulyani, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini membantu agar dunia usaha bisa bertahan, caranya dengan membantu dari sisi arus kasnya," jelasnya.
Namun, Sri Mulyani belum bisa merinci dana yang akan dialokasikan untuk meluncurkan paket kebijakan fiskal jilid ketiga. Pemerintah, kata dia, masih mengkaji lebih detail untuk pelaksanaannya.
Belanja Dinas Berkurang Akibat Corona
Sementara itu, total belanja pemerintah hingga akhir Februari 2020 meningkat 11 persen dari Rp145,7 triliun menjadi Rp161,7 triliun. Mayoritas dana digunakan untuk belanja kementerian/lembaga (k/l) sebesar Rp83,9 triliun.
Hanya saja, khusus untuk indikator belanja perjalanan dinas di kementerian dan lembaga menurun sebesar 7,5 persen. Hal ini karena pemerintah mengalihkan anggarannya untuk penanganan virus corona.
"Di sini perjalanan dinas turun karena virus corona," ucap Sri Mulyani.
Sementara, untuk belanja non kemneterian dan lembaga hingga akhir Februari 2020 sebesar Rp77,8 triliun. Dana itu paling banyak digunakan untuk pembayaran bunga utang sebesar Rp34,3 triliun dan subsidi Rp11 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)