"Artinya begini, bahwa itu menjadi salah satu cara untuk mengatasi penyebaran virus corona sih kami pasti akan dukung," kata Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius Joenoes Supit kala dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (21/3).
Kendati demikian, Anton mengingatkan ada golongan pekerja yang menerima upah secara harian. Artinya, jika tidak bekerja, mereka tidak akan menerima upah untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ini sifatnya hanya imbauan, tetapi faktor sosialnya patut dipikirkan. Orang-orang yang memerlukan perhatian semestinya dipikirkan juga bagaimana mereka bisa melanjutkan kehidupan sehari-hari. Jadi tidak lepas tangan, harus ada tanggung jawab memberi apakah itu bantuan langsung tunai, harus dipikirkan," ucap dia.
Anton pun menyarankan sebelum diumumkan, pemerintah telah mempertimbangkan kesiapan dari segi logistik hingga fasilitas kesehatan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan status Jakarta Tanggap Darurat COVID 19 mulai Jumat (20/3) hingga 14 hari ke depan. Status ini berujung pada seruan pada dunia usaha di ibu kota untuk menutup sementara operasionalnya dan mengimbau karyawan bekerja dari rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.
Kebijakan ini berdampak pada pekerja harian di Ibu Kota. Kemarin, Anies pun mengatakan tengah merumuskan bantuan kepada masyarakat pekerja harian.
"Sedang dirumuskan besaran dan metodenya mengikuti perkembangan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/3).
[Gambas:Video CNN]
Anies menjelaskan sudah memiliki data untuk calon penerima bantuan. Sejauh ini DKI memakai data penerima subsidi yang sudah berjalan di Ibu Kota untuk mendapatkan bantuan dampak Corona nantinya.
"Kami sudah menghitung dan memiliki datanya, merujuk kepada penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta subsidi kami berikan 1,1 juta orang," kata Anies.
Hingga Sabtu (21/3), Kementerian Kesehatan mencatat 450 kasus positif corona. Jakarta adalah wilayah yang paling banyak terdapat pasien positif corona dengan 267 kasus.
(agn/sfr)