Jokowi Minta Daerah Realokasi Anggaran untuk Lawan Corona

CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 11:11 WIB
Jokowi Minta Daerah Realokasi Anggaran untuk Lawan Corona Jokowi meminta pemda merelokasi anggaran daerah untuk belanja delapan kebutuhan darurat penanganan virus corona. (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo dalam arahannya meminta pemerintah daerah dan pusat untuk bergerak cepat dan serentak menangani penyebaran virus corona. Salah satu arahan Jokowi yakni meminta pemda untuk merealokasi anggaran belanja 2020 ke sektor kesehatan, terutama penanganan penyebaran Covid-19.

Jokowi mengatakan ada delapan jenis belanja tanggap darurat yang bisa dilakukan sesuai Permendagri 20 tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Virus Corona di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Direktur Managemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri Safrizal Za dalam konferensi pers langsung mengatakan delapan jenis belanja tanggap darurat meliputi sandang, pangan, papan, air bersih dan sanitasi, pertolongan darurat, pencarian dan penyelamatan, evakuasi korban, dan layanan kesehatan.


"Jadi semua belanja (tanggap darurat) dapat dimanfaatkan dengan cepat, jangan menunggu lagi semua gerak bersama-sama," ujar Safrizal dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (25/3).

Safrizal mengatakan belanja kebutuhan tanggap darurat bisa dilakukan dengan melakukan relokasi anggaran pemerintah daerah.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Jokowi juga telah menyiapkan sembilan jurus untuk melawan dampak virus corona terhadap ekonomi di dalam negeri. Relokasi anggaran merupakan salah satu jurus yang disiapkan Jokowi.

Reloaksi anggaran di seluruh kementerian dan lembaga di tingkat pusat hingga provinsi dititikberatkan pada penanganan virus corona. Dengan kata lain, pemerintah akan fokus pada sektor kesehatan dalam penggunaan APBN 2020.

Diketahui, penyebaran virus corona semakin meluas di Indonesia. Tercatat, jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona hingga Selasa (24/3) mencapai 686 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 55 orang dan 30 pasien dinyatakan sembuh. (fey/evn)