Jokowi meminta beberapa kementerian mempercepat implementasi program padat karya yang telah dirancang sejak awal tahun. Salah satunya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kementerian PUPR mengalokasikan dana sebesar Rp8,64 triliun untuk program padat karya tunai tahun ini. Angkanya turun 6,08 persen dibandingkan dengan 2019 yang sebesar Rp9,2 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjabarkan program Pamsimas akan dilakukan di 5.053 desa dengan anggaran Rp767 miliar, Sanimas di 1.026 lokasi dengan dana Rp398 miliar, P3TGAI di 6.000 lokasi dengan anggara Rp1,35 triliun, dan jembatan gantung sebanyak 148 unit dengan alokasi Rp710 miliar.
[Gambas:Video CNN]
Sementara, program KOTAKU dilakukan di 364 kelurahan dengan nilai Rp259 miliar, PISEW di 900 kecamatan dengan anggaran Rp540 miliar, TPS-3R di 106 lokasi dengan dana Rp79 miliar, peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 166 ribu unit dengan anggaran Rp3,49 triliun, dan pembangunan baru rumah swadaya sebanyak 12.750 unit dengan dana Rp818 miliar.
Basuki menyatakan program Pamsimas dan Sanimas dilakukan untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada anak balita melalui penyediaan sarana dan prasarana air bersih hingga sanitasi. Sementara, program P3TGAI bertujuan untuk menyediakan air bagi kawasan perdesaan dengan memperbaiki, melakukan rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi kecil serta irigasi tersier. (aud/agt)