Corona, Jokowi Minta Menteri Genjot Program Padat Karya Tunai

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 19:57 WIB
Corona, Jokowi Minta Menteri Genjot Program Padat Karya Tunai Jokowi memerintahkan menterinya menggenjot program padat karya tunai demi menjaga daya beli masyarakat yang tertekan virus corona. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh menteri untuk memperbanyak program padat karya tunai (cash for work) supaya daya beli masyarakat yang tengah tertekan karena virus corona bisa dijaga. Dengan program itu, diharapkan ekonomi domestik tak turun drastis pada 2020.

Jokowi meminta beberapa kementerian mempercepat implementasi program padat karya yang telah dirancang sejak awal tahun. Salah satunya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kementerian PUPR mengalokasikan dana sebesar Rp8,64 triliun untuk program padat karya tunai tahun ini. Angkanya turun 6,08 persen dibandingkan dengan 2019 yang sebesar Rp9,2 triliun.


Mengutip laman resmi Kementerian PUPR, anggaran program padat karya tunai tahun ini akan digunakan untuk tujuh kegiatan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan jembatan gantung, program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), dan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Selain itu, pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW), penataan kota tanpa kumuh (KOTAKU), penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), dan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan program padat karya tunai, khususnya di sektor infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pasalnya, hal itu akan menggerakkan akan menaikkan daya beli masyarakat, serta mengurangi ketimpangan dan kesenjangan pembangunan antar wilayah.

Ia menjabarkan program Pamsimas akan dilakukan di 5.053 desa dengan anggaran Rp767 miliar, Sanimas di 1.026 lokasi dengan dana Rp398 miliar, P3TGAI di 6.000 lokasi dengan anggara Rp1,35 triliun, dan jembatan gantung sebanyak 148 unit dengan alokasi Rp710 miliar.

[Gambas:Video CNN]
Sementara, program KOTAKU dilakukan di 364 kelurahan dengan nilai Rp259 miliar, PISEW di 900 kecamatan dengan anggaran Rp540 miliar, TPS-3R di 106 lokasi dengan dana Rp79 miliar, peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 166 ribu unit dengan anggaran Rp3,49 triliun, dan pembangunan baru rumah swadaya sebanyak 12.750 unit dengan dana Rp818 miliar.

Basuki menyatakan program Pamsimas dan Sanimas dilakukan untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada anak balita melalui penyediaan sarana dan prasarana air bersih hingga sanitasi. Sementara, program P3TGAI bertujuan untuk menyediakan air bagi kawasan perdesaan dengan memperbaiki, melakukan rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi kecil serta irigasi tersier. (aud/agt)