Corona, Bank Mandiri Tutup 183 Kantor Cabang 26 - 27 Maret

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 09:15 WIB
Corona, Bank Mandiri Tutup 183 Kantor Cabang 26 - 27 Maret Bank Mandiri menutup operasional 183 kantor cabang pada 26 - 27 Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menutup operasional sejumlah kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia pada hari ini, Kamis (26/7) dan besok, Jumat (28/7). Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.
Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan kebijakan ini merupakan langkah lanjutan dari penutupan yang sudah diberlakukan pada Senin-Selasa lalu. Secara total, setidaknya bank pelat merah itu menutup operasional 183 dari 483 kantor cabang di Tanah Air.
Khusus Jakarta, beberapa kantor cabang yang tidak beroperasi, yaitu Gajah Mada, Glodok, Mangga Besar Raya, Slipi Jaya, Kebon Jeruk, Jelambar Baru, Kelapa Gading Bolevar Raya, Cilincing, Salemba Raya, Sawah Besar, Tanah Abang Blok A, Menara Thamrin, Sarinah, Blok M, Mampang, Arteri Pondok Indah hingga Cilandak Barat.
"Sesuai dengan imbauan dari Gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan) untuk bekerja dari rumah atau work form home, maka kami berlakukan penutupan sementara. Kami juga ingin menjaga keselamatan dan kesehatan pegawai kami," ucap Rully kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).

Kendati begitu, Rully memastikan layanan di kantor cabang sejatinya masih bisa didapatkan nasabah di beberapa kantor lain. Namun, dengan jam operasional yang disesuaikan, yaitu dari semula 08.00-15.00 menjadi 09.00-15.00.

"Nasabah bisa ke kantor cabang yang berdekatan, jadi operasional dialihkan," katanya.
Rully pun memastikan berbagai layanan kepada nasabah akan berjalan lancar, khususnya yang sudah masuk dalam sistem perusahaan. Salah satunya, pencairan gaji pegawai (payroll).
"Kami pastikan tidak ada gangguan, khususnya untuk payroll itu pasti normal di sistem," terangnya.

[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, Rully mengatakan perusahaan juga siap melayani nasabah di bidang kredit. Terlebih, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja memberikan berbagai relaksasi cicilan kredit di tengah pandemi corona.

"Dalam dua minggu ini, kami terus melakukan komunikasi dengan debitur secara intens, tapi sejauh ini peningkatan pengajuan (relaksasi kredit) belum terasa," katanya.
Sementara untuk pekan depan, bank berlogo pita emas ini memastikan akan terus memberi informasi terbaru kepada nasabah terkait operasional kantor cabang dan layanan dari perusahaan.



(uli/sfr)