Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Hermin Esti Setyowati mengatakan seluruh poin itu merupakan langkah-langkah konkret untuk menangani virus corona, baik di global maupun domestik.
"Ditekankan pula bahwa statement para pemimpin G20 akan bermanfaat jika setiap negara anggota G20 berkomitmen untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam penanganan pandemi global," ucap Hermin dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia meminta agar setiap negara G20 dapat turut memfasilitasi perdagangan dan mobilitas obat serta kebutuhan medis lainnya, antara lain melalui upaya relaksasi prosedur ekspor-impor," ucap Hermin.
Poin keempat, kontribusi finansial yang bersifat global tetap harus mengacu pada situasi dan prioritas nasional. Pasalnya, kebutuhan dan prioritas tiap negara berbeda-beda.
Poin kelima, pemerintah menekankan perlu ada komitmen dari pemimpin dunia untuk mencegah resesi ekonomi global akibat virus corona. Pasalnya, situasi ekonomi dunia dan domestik akan berdampak signifikan karena penyebaran wabah tersebut.
"Indonesia juga mendukung usulan Presiden Arab Saudi yang memasukkan jaring perlindungan sosial (social safety net) sebagai salah satu upaya melindungi masyarakat miskin dalam menghadapi dampak virus corona, khususnya di negara berkembang," jelas Hermin.
Selain itu, pemerintah juga sepakat dengan Jepang yang berencana menunda pelaksanaan Olimpiade 2020. Hal ini dilakukan jumlah kasus virus corona terus bertambah setiap harinya di global.
Diketahui, virus corona mulai mewabah di China pada Desember 2019 lalu. Penyebaran virus itu kian meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sementara, sebanyak 18.589 orang meninggal di seluruh dunia akibat infeksi tersebut. Sejauh ini, kasus terbanyak masih berada di China dengan jumlah 81.869 kasus dan korban meninggal 3.287 orang.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)