Pemerintah Usul Lima Poin dalam KTT G20 Hadapi Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 19:03 WIB
Pemerintah Usul Lima Poin dalam KTT G20 Hadapi Virus Corona Pemerintah akan merekomendasikan lima poin dalam KTT G20 terkait virus corona. Ilustrasi. (AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan merekomendasikan lima poin dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20 terkait virus corona. Agenda itu akan digelar malam ini pukul 19.00 WIB.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Hermin Esti Setyowati mengatakan seluruh poin itu merupakan langkah-langkah konkret untuk menangani virus corona, baik di global maupun domestik.

"Ditekankan pula bahwa statement para pemimpin G20 akan bermanfaat jika setiap negara anggota G20 berkomitmen untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam penanganan pandemi global," ucap Hermin dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (26/3).


Hermin menjabarkan poin pertama yang akan diajukan dalam KTT G20 malam ini adalah meningkatkan proteksi sosial terhadap kelompok yang rentan, termasuk masyarakat usia lanjut. Selain itu, proteksi juga harus dilakukan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pekerja dengan upah rendah.

Poin kedua, lanjut Hermin, pemerintah akan meminta dukungan untuk memastikan keselamatan tenaga medis sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Dukungan itu bisa diberikan dengan kemudahan akses terhadap obat-obatan dan alat pelindung diri (APD).

Poin ketiga, memperhatikan ketersediaan vaksin dan kebutuhan media untuk menangani virus corona. Pemerintah meminta agar seluruh negara G20 memberikan kemudahan dalam pengiriman barang impor untuk alat kesehatan.

"Indonesia meminta agar setiap negara G20 dapat turut memfasilitasi perdagangan dan mobilitas obat serta kebutuhan medis lainnya, antara lain melalui upaya relaksasi prosedur ekspor-impor," ucap Hermin.

Poin keempat, kontribusi finansial yang bersifat global tetap harus mengacu pada situasi dan prioritas nasional. Pasalnya, kebutuhan dan prioritas tiap negara berbeda-beda.

"Ada perbedaan kebutuhan dan prioritas dalam negeri dari setiap negara yang terdampak untuk mengerahkan segala sumber daya yang tersedia," ujar Hermin.

Poin kelima, pemerintah menekankan perlu ada komitmen dari pemimpin dunia untuk mencegah resesi ekonomi global akibat virus corona. Pasalnya, situasi ekonomi dunia dan domestik akan berdampak signifikan karena penyebaran wabah tersebut.

"Indonesia juga mendukung usulan Presiden Arab Saudi yang memasukkan jaring perlindungan sosial (social safety net) sebagai salah satu upaya melindungi masyarakat miskin dalam menghadapi dampak virus corona, khususnya di negara berkembang," jelas Hermin.

Selain itu, pemerintah juga sepakat dengan Jepang yang berencana menunda pelaksanaan Olimpiade 2020. Hal ini dilakukan jumlah kasus virus corona terus bertambah setiap harinya di global.

Diketahui, virus corona mulai mewabah di China pada Desember 2019 lalu. Penyebaran virus itu kian meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah kasus virus corona di dunia mencapai lebih dari 400 ribu orang per hari ini. Rinciannya, jumlah kasus virus corona di 196 kawasan dan negara mencapai 416.686 orang.

Sementara, sebanyak 18.589 orang meninggal di seluruh dunia akibat infeksi tersebut. Sejauh ini, kasus terbanyak masih berada di China dengan jumlah 81.869 kasus dan korban meninggal 3.287 orang.

[Gambas:Video CNN]


(aud/age)