Direct swap line sendiri adalah fasilitas yang ada di IMF untuk mencegah krisis di suatu negara. Dengan kata lain, fasilitas itu bisa ditarik saat negara sedang berpotensi krisis likuiditas jangka pendek.
Mayoritas investor asing, sambung Sri Mulyani, menarik dananya dari berbagai negara karena penyebaran virus corona kian meluas. Hal ini membuat mata uang di berbagai negara tertekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Sri Mulyani tak merinci apakah Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menggunakan fasilitas bantuan tersebut.
Namun, sebagai pengingat, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat aliran modal asing yang keluar dari dalam negeri sebesar Rp12,2 triliun sepanjang tahun ini. Rinciannya, sebanyak Rp104,7 triliun keluar pada bulan ini dan Rp20,5 triliun keluar pada Januari-Februari 2020.
"Capital outflow SBN Rp112 triliun dan saham Rp9,2 triliun," ujar Perry.
Akibatnya, sambung Perry, bank sentral nasional perlu terus menggelontorkan likuiditas untuk membeli aset-aset keuangan yang dilepas investor. Begitu pula dengan langkah menyuntik likuiditas ke pasar keuangan.
"Sejauh ini, BI telah injeksi likuiditas di pasar uang maupun perbankan hampir Rp300 triliun," ujar Perry.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)