P3TGAI merupakan bagian dari Program Padat Karya Tunai (PKT) 2020 yang menjangkau 6.000 lokasi di seluruh Indonesia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program infrastruktur kerakyatan itu penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Percepatan realisasi program ini diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp225 juta untuk tiap titik. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan fisik sebesar 87 persen atau Rp195 juta. Sisanya untuk pendampingan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 13 persen atau Rp30 juta.
"Program ini menciptakan penyerapan tenaga kerja," imbuh Basuki.
Tahap pertama dilaksanakan di 1.653 lokasi yang tersebar di 31 provinsi. Lokasi di Pulau Sumatera meliputi, Aceh 50 lokasi, Sumatera Utara 68 lokasi, Riau 15 lokasi, Kepulauan Riau 2 lokasi, Sumatera Barat 38 lokasi, Jambi 44 lokasi, Bengkulu 37 lokasi, Sumatera Selatan 74 lokasi, dan Lampung 48 lokasi.
Lalu, di Pulau Jawa mencakup Banten 46 lokasi, Jawa Barat 183 lokasi, Jawa Tengah 125 lokasi, Yogyakarta 40 lokasi, dan Jawa Timur 215 lokasi.
Selanjutnya, Pulau Sulawesi mencakup Sulawesi Utara 45 lokasi, Gorontalo 50 lokasi, Sulawesi Tengah 38 lokasi, Sulawesi Barat 29 lokasi, Sulawesi Tenggara 50 lokasi, dan Sulawesi Selatan 72 lokasi.
Sisanya dilaksanakan di wilayah Indonesia Timur, yakni Bali 41 lokasi, Nusa Tenggara Barat 58 lokasi, Nusa Tenggara Timur 48 lokasi, Maluku 27 lokasi, Maluku Utara 21 lokasi, Papua Barat 24 lokasi dan Papua 48 lokasi.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)