PUPR Guyur Rp1,35 T untuk Program Padat Karya Tunai Irigasi

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 08:17 WIB
PUPR Guyur Rp1,35 T untuk Program Padat Karya Tunai Irigasi Kementerian PUPR menggelontorkan Rp1,35 triliun untuk realisasi program padat karya tunai Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana sebesar Rp1,35 triliun untuk realisasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

P3TGAI merupakan bagian dari Program Padat Karya Tunai (PKT) 2020 yang menjangkau 6.000 lokasi di seluruh Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program infrastruktur kerakyatan itu penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Percepatan realisasi program ini diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat virus corona (Covid-19).


"PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa dan pelosok," ujarnya dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (30/3).

Ia juga memastikan pelaksanaan program dengan memperhatikan protokol physical dan social distancing di tengah penyebaran pandemi virus corona.

Diketahui, P3TGAI merupakan pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier yang oleh petani atau penduduk setempat. Lebih lanjut, warga akan mendapatkan upah sehingga menambah penghasilan mereka.

Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp225 juta untuk tiap titik. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan fisik sebesar 87 persen atau Rp195 juta. Sisanya untuk pendampingan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 13 persen atau Rp30 juta.

"Program ini menciptakan penyerapan tenaga kerja," imbuh Basuki.

Tahun ini, program tersebut dibagi menjadi tiga tahap. Kementerian PUPR akan memulai tahap pertama pada periode April 2020, dan ditargetkan rampung dalam waktu 3-4 bulan, yakni pada Juni atau Juli 2020.

Tahap pertama dilaksanakan di 1.653 lokasi yang tersebar di 31 provinsi. Lokasi di Pulau Sumatera meliputi, Aceh 50 lokasi, Sumatera Utara 68 lokasi, Riau 15 lokasi, Kepulauan Riau 2 lokasi, Sumatera Barat 38 lokasi, Jambi 44 lokasi, Bengkulu 37 lokasi, Sumatera Selatan 74 lokasi, dan Lampung 48 lokasi.

Lalu, di Pulau Jawa mencakup Banten 46 lokasi, Jawa Barat 183 lokasi, Jawa Tengah 125 lokasi, Yogyakarta 40 lokasi, dan Jawa Timur 215 lokasi.

Program ini juga menyasar wilayah di Kalimantan, yakni, Kalimantan Barat 60 lokasi, Kalimantan Tengah 15 lokasi, Kalimantan Selatan 15 lokasi, dan Kalimantan Timur 27 lokasi.

Selanjutnya, Pulau Sulawesi mencakup Sulawesi Utara 45 lokasi, Gorontalo 50 lokasi, Sulawesi Tengah 38 lokasi, Sulawesi Barat 29 lokasi, Sulawesi Tenggara 50 lokasi, dan Sulawesi Selatan 72 lokasi.

Sisanya dilaksanakan di wilayah Indonesia Timur, yakni Bali 41 lokasi, Nusa Tenggara Barat 58 lokasi, Nusa Tenggara Timur 48 lokasi, Maluku 27 lokasi, Maluku Utara 21 lokasi, Papua Barat 24 lokasi dan Papua 48 lokasi.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)