Jokowi Izinkan LPS Rilis Surat Utang Terkait Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 17:38 WIB
Ketua LPS Halim Alamsyah mengatakan penerbitan surat utang akan menjadi opsi tambahan untuk mencari dana di tengah ketidakpastian ekonomi. Ketua LPS Halim Alamsyah mengatakan penerbitan surat utang akan menjadi opsi tambahan untuk mencari dana di tengah ketidakpastian ekonomi. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menerbitkan surat utang terkait penanggulangan dampak virus corona. Surat utang itu digunakan untuk memperkuat modal menjamin simpanan nasabah dan menangani bank berdampak sistemik.

Hal itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Dalam aturan itu, LPS juga diberikan kewenangan untuk meminjam dana kepada pemerintah dan pihak lain. Semua ini dimungkinkan untuk dilakukan karena LPS diperkirakan mengalami kesulitan likuiditas untuk menangani bank gagal bayar di tengah penyebaran virus corona.


Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan penerbitan surat utang itu merupakan opsi tambahan bagi manajemen dalam mencari pendanaan di tengah ketidakpastian ekonomi karena virus corona.

Selama ini, LPS mendapatkan dana dari pembayaran premi yang dilakukan perbankan setiap tahun sebesar 0,2 persen dari rata-rata simpanan yang mereka miliki.

"Kedua kami bisa dapatkan dana dari menangani bank gagal, kan dijual. Kalau ada yang mau itu sumber dana juga untuk kami," ujar Halim dalam video confrence, Rabu (1/4).

Namun, LPS bisa mendapatkan dana dari pemerintah dan pihak lain jika modal yang dimiliki kurang dari Rp4 triliun. Hal itu tertuang dalam UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS.

Sejauh ini, lanjut Halim, LPS memiliki modal sekitar Rp120 triliun. Artinya, pendanaan yang dimiliki lembaga itu masih cukup kuat.

"Pendanaan masih kuat, namun tentu saja harus ada langkah antisipasi. Jumlah ini masih cukup menangani bank kecil dan bank perkreditan rakyat (BPR)," jelas Halim.

Halim berharap penyebaran virus corona bisa cepat teratasi, sehingga jumlah penularan bisa menurun. Dengan demikian, ekonomi bisa segera pulih.

"Kami tidak berharap skenario terburuk terjadi, tapi LPS butuh dana cukup makanya di perppu disebutkan bahwa LPS bisa menangani lebih awal bank-bank bermasalah," kata Halim.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK