Mensos Kaji Bansos Khusus Warga DKI yang Tidak Mudik

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 13:25 WIB
Mensos Juliari P Batubara mengatakan bansos khusus warga DKI Jakarta diberikan untuk menekan mobilisasi mudik di tengah pandemi corona. Mensos Juliari P Batubara mengatakan bansos khusus warga DKI Jakarta diberikan untuk menekan mobilisasi pemudik di tengah pandemi corona. Ilustrasi mudik. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) khusus bagi warga DKI Jakarta yang tak pulang ke kampung halaman alias mudik pada lebaran tahun ini. Kebijakan ini diharapkan bisa menekan mobilisasi masyarakat demi mengurangi risiko penularan virus corona di dalam negeri.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan pihaknya sedang melakukan koordinasi terkait skema bantuan sosial tersebut dengan kementerian lainnya, seperti Kementerian Koordinator Bidang Peerekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

"Kami kaji agar ada program khusus bagi daerah-daerah, seperti DKI Jakarta yang intinya untuk mengurangi lonjakan arus pemudik dari DKI ke daerah lain," ujar Juliari dalam video confrence, Kamis (2/4).


Ia mengaku mendapatkan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan kajian ini dalam waktu dua hari ke depan. Dengan demikian, bansos bisa segera dikucurkan dan tak ada warga ibu kota yang mudik.

"Untuk besaran dan mekanismenya kami masih koordinasikan dengan yang lain agar dipastikan tidak tumpang tindih dan sesuai dengan data yang ada," terang dia.
Juliari mengakui program bansos khusus untuk warga DKI Jakarta yang urung mudik tidak serta merta membuat jumlah pemudik berkurang drastis.

Namun, ia berharap masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap diam di rumah demi meminimalisir penyebaran virus corona.

"Ini memang tidak mudah dan tidak menjamin 100 persen. Belum ketemu mekanismenya, tapi akan kami buat agar penerima bansos ini benar-benar untuk mereka yang tidak mudik," jelas Juliari.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan belasan ribu orang telah memutuskan mudik lebih awal dari biasanya lantaran penghasilannya menurun drastis beberapa waktu terakhir. Hal ini terjadi di tengah penyebaran virus corona yang semakin meluas di Indonesia.

Jokowi mengungkapkan mayoritas penghasilan pekerja informal di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) menurun drastis atau bahkan minus.

Situasi ini terjadi karena ada kebijakan tanggap darurat virus corona, sehingga sejumlah perusahaan diimbau bekerja dari rumah (work from home) dan lembaga pendidikan menerapkan sekolah dari rumah (school from home).

"Saya lihat arus mudik dipercepat bukan karena faktor budaya tapi terpaksa, banyak pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun," ucap Jokowi.

Untuk itu, Jokowi memerintahkan seluruh jajarannya untuk mempercepat implementasi insentif untuk pekerja di sektor informal. Insentif itu berupa instrumen bantuan sosial, seperti kartu prakerja atau kartu sembako.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)