Namun, pihaknya meyakinkan bahwa pembatalan tersebut tak akan berdampak kepada operasi, pelayanan, dan strategi bisnis WeWork untuk 5 tahun ke depan. Pengumuman itu muncul setelah ada laporan keretakan antara SoftBank dan anggota dewan WeWork atas upaya penyelamatan start-up AS tersebut.
"Selain berbagai daftar persyaratan yang tak dipenuhi, juga tengah dilakukan investigasi kriminal dan sipil terhadap WeWork dan salah satu pendirinya, Adam Neumann," jelas SoftBank dalam surat resminya seperti dikutip dari AFP pada Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, SoftBank pun dalam kondisi 'tidak sehat'. SoftBank sedang memulihkan kinerja yang terpuruk usai kinerja buruk beberapa startup 'suntikannya' seperti Uber dan WeWork.
Untuk informasi, Softbank telah berkomitmen lebih dari US$14,25 miliar kepada WeWork. Sayangnya, perusahaan tersebut tengah terpukul hebat akibat wabah virus corona yang mengharuskan penutupan berbagai bisnisnya di New York dan California.
Softbank juga merupakan sebagai salah satu calon investor ibu kota baru pengganti DKI Jakarta di Kalimantan Timur. Pada Januari lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut raksasa telekomunikasi dan media asal Jepang itu siap investasi hingga US$30 miliar atau sekitar Rp495 triliun (asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS).
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)