Ulang Tahun ke-8, Pupuk Indonesia Tebar Optimisme

Pupuk Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 15:14 WIB
Optimisme Pupuk Indonesia itu berangkat dari sejumlah grafik pencapaian yang meningkat pada 2019 lalu. Ilustrasi Pupuk Indonesia. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pupuk Indonesia memperingati ulang tahun kedelapan pada Kamis (3/4). Mengusung tema Bersatu, Berkarya, demi Indonesia, peringatan diadakan dengan sederhana dan penuh rasa syukur, sambil mendoakan agar wabah Covid-19 segera berlalu.

Direktur Utama Aas Asikin Idat mengatakan memanjatkan syukur atas tiga hal. Pertama, atas tingginya semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong masyarakat Indonesia di tengah musibah Covid-19. Ia bertekad menebar optimisme dengan meningkatkan kinerja perusahaan di bidang produksi dan penjualan.

Syukur kedua adalah untuk keberhasilan insan Pupuk Indonesia dalam mempertahankan kinerja positif di sepanjang tahun 2019. Bahkan, kinerja itu disebut relatif baik dibandingkan dengan yang direncanakan. Hal tersebut tercermin dari konsolidasi produksi, penjualan, dan perolehan laba.


Pada 2019, Pupuk Indonesia Grup mencatat produksi sebesar 11.838.451 ton (101,84 persen) dari rencana 11.625.000 ton. Keberhasilan itu disebabkan karena optimalisasi operasi pabrik dengan rate yang cukup tinggi. Perusahaan juga tercatat memproduksi amoniak sebesar 5.906.382 ton (101,29 persen) dari rencana 5.831.000 ton, serta asam sulfat dan asam fosfat masing-masing sebesar 849.501 ton (99,94 persen) dan 270.333 ton (108,13 persen).

"Kinerja produksi tahun 2019 relatif lebih baik dari tahun 2018. Hal ini tercermin dari peningkatan volume produksi sebesar 446.329 ton atau 2,42% dari tahun 2018. Peningkatan volume produksi salah satunya disebabkan pengoperasian pabrik Amurea II yang mulai komersil sejak Agustus 2018," kata Aas.
Dalam efisiensi pemakaian bahan baku, tercatat realisasi rasio konsumsi gas untuk urea sebesar 27,56 mmbtu/ton lebih efisien dari rencana 28,28 mmbtu/ton. Sedangkan rasio konsumsi gas untuk amoniak sebesar 35,92 mmbtu/ton, lebih efisien dari rencana sebesar 36,05 mmbtu/ton. Pencapaian tersebut disebabkan pabrik-pabrik beroperasi secara optimal sehingga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi pabrik secara konsolidasi.

Selain itu, realisasi rasio konsumsi gas urea dan amoniak tahun lalu lebih efisien dari 2018, dikarenakan penghentian operasional pabrik Pusri IV yang konsumsi energinya tinggi. Efisiensi ini penting dalam mengurangi beban pemerintah atas subsidi, termasuk untuk peningkatan daya saing produk Pupuk Indonesia Grup.

Sementara untuk penjualan, Pupuk Indonesia menjual produk pupuk dengan total capaian sebesar 12.604.778 ton atau 96,65% dari rencana. Penurunan penjualan ini lebih dikarenakan penyesuaian alokasi Permentan yang menjadi 8,8 juta ton dari rencana 9,5 juta ton.

"Sepanjang 2019 kami berupaya maksimal menjaga ketersediaan stok pupuk di seluruh daerah guna menghindari terjadinya kekurangan pupuk bersubsidi," kata Aas.

Selama ini, Pupuk Indonesia memprioritaskan pasokan dalam negeri, khususnya sektor tanaman pangan. Jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, baru pupuk dijual ke sektor komersil dan ekspor.

Penjualan pupuk komersil baik dalam negeri dan luar negeri di tahun 2019 adalah sebesar 3.896.130 ton atau 111,58% dari rencana. Pencapaian penjualan urea di sektor komersil lebih besar dari rencana karena tingginya permintaan di pasar ekspor, sekaligus sebagai strategi perusahaan untuk memanfaatkan momentum harga jual ekspor yang kompetitif. Total pendapatan usaha sepanjang 2019 mencapai Rp71,25 triliun, mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 yang mencapai Rp69,44 triliun.

"Di tahun 2019 kami juga mencatat kontribusi kepada negara sebesar Rp6,52 triliun yang terdiri dari total pajak dan deviden," ungkap Aas.
Perkembangan Proyek NPK

Sejak 2018, Pupuk Indonesia mencanangkan program transformasi bisnis sebagai persiapan menghadapi persaingan dengan operasional yang lebih efisien, diversifikasi produk, serta sinergitas perusahaan. Ke depannya, mereka akan berfokus pada bisnis-bisnis anak perusahaan yang bergerak di bidang non-pupuk.

Salah satu perwujudan program adalah dengan pembangunan pabrik-pabrik NPK baru. Proyek ini ditandai dengan pembangunan pabrik NPK Fusion II di PT Pusri Palembang dan Pabrik NPK Chemical di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Perkembangan terbaru saat ini, PT Pusri Palembang telah mengoperasikan Pabrik NPK Fusion II dengan kapasitas produksi sebesar 2 x 100.000 Metric Ton Per Year (MTPY). Sedangkan Pabrik NPK Chemical PT PIM yang memiliki kapasitas 500.000 MTPY ditargetkan rampung pada pertengahan 2021.

Pabrik NPK Fusion II ini dibangun sebagai upaya diversifikasi usaha produk pupuk majemuk yang mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium. Diharapkan
pengoperasian pabrik kelak dapat meningkatkan market share, mengingat makin tingginya tren permintaan pasar dalam negeri dan ekspor.

Highlight Kinerja Lima Tahun

Terakhir, Aas mengungkapkan syukur ketiga dipanjatkan karena Pupuk Indonesia Grup mampu menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dalam lima tahun terakhir.

Di periode 2015-2019, Pupuk Indonesia Grup mencatatkan pertumbuhan produksi pupuk mencapai 1 juta ton. Peningkatan ini telah terjadi secara konsisten sejak 2015. Tren yang sama juga terjadi pada produksi produk non pupuk yakni amoniak, yang tahun ini mencapai 5,9 juta ton.
Sementara, penjualan produk pupuk dalam lima tahun terakhir mencapai 61,7 juta ton, terdiri dari pupuk subsidi sebesar 45,4 juta ton dan non subsidi sebesar 16,3 juta ton. Besaran penjualan pupuk bersubsidi sendiri selalu menyesuaikan dengan alokasi yang dimandatkan pemerintah.

Setiap tahun, penggunaan pupuk turut menjadi faktor pendorong peningkatan produksi pertanian padi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pada 2014 produksi padi berada pada angka 70 juta ton per tahun, dan tumbuh hingga menyentuh 82 juta ton di tahun 2018.

Kinerja keuangan konsolidasi pun terjaga dalam pertumbuhan yang baik. Pendapatan usaha bergerak fluktuatif namun tetap dalam tren yang bagus, mencapai Rp71,2 triliun pada 2019. Nilai aset perusahaan juga terus tumbuh menjadi Rp135 Triliun.

Dalam proses operasional, Pupuk Indonesia Grup mengedepankan pengelolaan lingkungan dengan baik dan disiplin. Hal itu membuat perusahaan meraih predikat 'Proper' dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setiap tahunnya.

"Upaya tersebut merupakan tanggung jawab kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Secara konsisten mengedepankan keberlanjutan melalui tiga pilar yaitu Profit, People, dan Planet yang terwujud dalam aktivitas produksi yang ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kemandirian, sekaligus sebagai wujud dari slogan BUMN 'Untuk Indonesia'," ujar Aas.

Beberapa upaya yang dilakukan Pupuk Indonesia di antaranya, pengelolaan energi yang tersertifikasi ISO 50001, mitigasi emisi gas rumah kaca, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), hingga perlindungan keanekaragaman hayati, seperti konservasi ekosistem terumbu karang, konservasi orangutan, penanaman ratusan ribu bibit mangrove, reintroduksi hasil laboratorium kultur jaringan, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program CSR. (rea)