Kemendag Batalkan Pameran Dagang dan Pangkas Biaya Rapat

CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 01:30 WIB
Kemendag membatalkan pameran dagang dan memangkas biaya rapat supaya dananya bisa dimanfaatkan untuk penanganan virus corona. Kemendag memangkas biaya rapat dan membatalkan pameran dagang supaya anggarannya bisa digunakan untuk virus corona. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkap pihaknya membatalkan berbagai kegiatan pameran nasional dan internasional dan mengalokasikan anggarannya untuk penanganan wabah virus corona.

Pertama, pameran makanan dan minuman terbesar di Asia, Foodex. Pameran yang dijadwalkan diselenggarakan di Jepang pada Maret 2020.

Kedua, festival Alimentaria di Spanyol yang dijadwalkan diselenggarakan pada April 2020. Festival tersebut ditunda dan akan dilaksanakan pada September 2020 mendatang. Namun, kata Agus, jika keadaan tak kunjung membaik kegiatan berpotensi dibatalkan.


Ketiga, Expo Dubai 2020 yang awalnya dicanangkan pada 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021 kini ditunda selama setahun. Meski belum memiliki jadwal pasti namun jadwal pameran di Dubai ini akan disesuaikan dengan pemulihan kondisi dunia dari pandemik covid-19 dengan target penundaan setahun.

Keempat, partisipasi Indonesia di festival Jerman, Hannover Messe, diurungkan setelah panitia membatalkan penyelenggaraan tahun ini. Festival yang semulanya dijadwalkan pada April 2020 tersebut kini harus menunggu penyelenggaraan tahun depan.

Kelima, pameran dagang tahunan Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) yang ke-35 pun dibatalkan. Pemerintah membatalkan cara yang dijadwalkan pada tanggal 30 September hingga 4 Oktober 2020 itu.

"Berbagai pameran baik dalam skala nasional mau pun internasional kami batalkan atau tunda selama wabah virus corona," katanya pada Jumat (3/4).

Selain efisiensi dengan membatalkan kegiatan pameran, Agus mengatakan pihaknya akan melakukan penghematan anggaran dengan memangkas jadwal rapat dan dinas eselon I Kementerian Perdagangan agar anggarannya bisa dimanfaatkan untuk penanganan virus corona.

[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, kebijakan tersebut menghemat anggaran sebesar Rp731,7 miliar. "Kami melakukan skenario penghematan anggaran dalam rangka penanggulangan covid-19 sebesar Rp731,7 miliar" paparnya.

Namun, skema yang ditawarkannya masih menunggu rambu hijau dari Bendahara Negara, Sri Mulyani. (wel/agt)