Mengutip Antara, Kamis(9/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik 97 sen atau 3 persen ke posisi US$32,84 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik US$1,46 atau 6,2 persen menjadi US$25,09 per barel.
Pasar memprediksi pertemuan OPEC+ melalui konferensi video lebih sukses daripada pertemuan mereka pada Maret. Sebelumnya, OPEC+ gagal menyepakati pengurangan pasokan bahkan menimbulkan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu AS pun tak tinggal diam. Sejumlah anggota DPR AS mengatakan kepada Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bahwa kerja sama ekonomi dan militer antara kedua negara dalam bahaya, kecuali jika Arab Saudi membantu menstabilkan harga dengan memangkas produksi minyak mentah.
Akan tetapi, sumber-sumber OPEC+ mengatakan pemangkasan produksi tergantung pada partisipasi AS. Di sisi lain, mereka masih merahukan partisipasi AS dalam pemotongan produksi.
[Gambas:Video CNN]
Alasannya, OPEC+ telah membatasi produksi dalam beberapa tahun terakhir ketika produsen AS justru meningkatkan produksinya.
Sementara itu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengumumkan pusat pengiriman minyak WTI di Cushing, Oklahoma membukukan rekor kenaikan mingguan 6,4 juta barel. EIA meramalkan jika pandemi virus corona dan peningkatan pasokan minyak terus menekan harga minyak mentah global hingga paruh pertama 2020.