Bulog Kesulitan Impor Daging Kerbau dari India karena Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 19:50 WIB
Bulog menyatakan sudah mengajukan izin impor daging kerbau dari India sejak Januari lalu. Tapi, izin baru keluar setelah virus corona menyebar. Bulog kesulitan impor daging kerbau dari India karena terganjal virus corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan kesulitan untuk mengimpor daging kerbau dari India. Kesulitan terjadi akibat kebijakan lockdown yang dilakukan India sebagai negara tujuan impor daging kerbau untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dirut Bulog Budi Waseso menceritakan awal mula bagaimana kesulitan tersebut terjadi. Bulog katanya sebenarnya sudah mengajukan izin impor daging kerbau dari India ke pemerintah sejak Januari 2020.

Namun, birokrasi yang berbelit dan pembahasan yang alot mau tidak mau membuat persetujuan izin impor terlambat dikeluarkan. Padahal, Bulog sebagai perusahaan negara tidak bisa mengimpor tanpa penugasan langsung dari pemerintah yang diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di bawah pimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.


"Izin impor baru dikasih setelah Covid-19 dan ternyata India sudah keburu lockdown, negara lain juga, Malaysia misalnya (yang mengimpor daging dari India juga), itu sudah lockdown juga. Kami mau ambil, India juga tawarkan agar kami ambil, tapi sudah terlanjur lockdown," katanya, Kamis (9/4).

Alhasil, sambung Buwas, izin impor daging kerbau pun jadi percuma. Sementara itu, Komisi IV DPR menyesalkan permasalahan tersebut. 

Pasalnya, impor daging kerbau dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi, sebentar lagi permintaan daging kerbau akan meningkat seiring masa puasa Ramadan.

Agar masalah tersebut tak berdampak ke masyarakat, Ketua Komisi IV DPR Sudin meminta pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk menyerap daging ayam lokal sebagai pengganti penugasan impor daging kerbau.

"Komisi IV meminta pemerintah untuk memberikan penugasan kepada Perum Bulog dalam penyerapan daging ayam lokal dengan mengganti impor daging kerbau yang mengalami penundaan dikarenakan pandemi Covid-19," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Sementara Buwas pun tak yakin bila daging ayam bisa mengganti kebutuhan daging kerbau masyarakat. "Ada usulan ditukar daging ayam saja, ya kami mau saja, tapi harus ada penugasan dari rakortas juga, sehingga kami tidak bisa langsung beli. Selain itu, dana kami dari pinjaman, jadi harus ada kejelasan dulu," katanya.

Selain itu, Buwas mengaku ragu menyerap terlalu banyak daging ayam karena tidak memiliki gudang pendinginan (cold storage). Begitu juga dengan fasilitas pemotongan ayam serta jaringan distribusi yang memadai dengan beberapa pihak.

Sementara fasilitas tersebut sejatinya ada di BUMN lain, misalnya PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI dan PT Berdikari. Untuk itu, Bulog perlu menjalin kerja sama itu lebih dulu.

Di sisi lain, untuk setidaknya mencukupi kebutuhan daging masyarakat, Bulog akan memaksimalkan penyerapan daging sapi lokal. Sementara data Bulog mencatat pasokan daging kerbau sebanyak 113,21 ton.

(uli/agt)