"Jadi ada apresiasi, tidak hanya bulanan, tetapi ada tambahan-tambahan," ujar Erick saat memimpin rapat dengan jajarannya seperti dikutip dari tayangan langsung akun Instagram @kementerianbumn, Senin (13/4).
Menurut Erick, gelontoran anggaran operasional dari APBN membuat kinerja pegawainya tidak bisa didata dengan baik. Sebab, pegawai sudah pasti menerima gaji bulanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick tak merinci kepada siapa ia mengusulkan wacana itu. Namun, ia berharap usulan itu bisa diterima.
Sebagai informasi, tahun ini, alokasi belanja Kementerian BUMN dipangkas dari semula Rp345,84 miliar menjadi Rp315,34 miliar untuk penanganan wabah virus corona.. Alokasi tersebut sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/bir)