"Ada perkembangan yang menggembirakan sampai kemarin jumlah penduduk Indonesia yang mengikuti sensus penduduk online adalah 38,84 juta," ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Rabu (15/4).
Ia menyatakan jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam program sensus penduduk online kian meningkat signifikan pada bulan ini. Untuk itu, ia mengakui masyarakat sedikit sulit melakukan sensus penduduk karena banyak yang mengaksesnya secara online akhir-akhir ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Corona, UMKM Bebas Pajak Selama 6 Bulan |
Bersamaan dengan perpanjangan masa pengisian formulir sensus penduduk online, maka BPS turut memperpanjang masa wawancara berkaitan dengan sensus. Semula, jadwalnya 1-31 Juli 2020, kini berubah menjadi 1-30 September 2020.
Suhariyanto bilang perpanjangan masa wawancara dilakukan karena BPS perlu mengolah data sensus yang sudah masuk. Selain itu, masih ada tahapan penyiapan daftar penduduk dan pelatihan semua instruktur dari nasional hingga daerah, serta petugas lapangan.
"Misalnya Panama jadi dilaksanakannya tahun depan. Saudi Arabia dihentikan sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Begitu juga Amerika Serikat memperpanjang waktu sensus penduduknya," pungkas Suhariyanto.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)