Kepala BPS Suhariyanto mencatat indeks NTP nasional turun 1,22 persen dari 103,35 pada Februari 2020 menjadi 102,09 pada Maret 2020. Penurunan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Riau mencapai 3,51 persen, sementara peningkatan NTP terjadi di Maluku Utara 0,76 persen.
"Ini karena harga yang dibayar petani naik, tapi harga yang diterima turun. Ada penurunan harga komoditas, salah satunya gabah, cabai merah, dan bawang merah, ini menguntungkan konsumen, tapi berdampak ke petani," kata Suhariyanto, Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan penurunan NTP tanaman perkebunan rakyat dipengaruhi turunnya harga kelapa sawit dan karet," jelasnya.
Kemudian, NTP peternakan turun 0,11 persen dari 98,23 menjadi 98,12, NTP perikanan nelayan turun 0,26 persen dari 100,31 menjadi 100,05, dan NTP perikanan budidaya turun 0,49 persen dari 101,17 menjadi 100,67 pada bulan lalu.
Penurunan NTP peternakan dipengaruhi harga sapi potong dan ayam ras. Sedangkan NTP perikanan nelayan dan budidaya, masing-masing dipengaruhi harga ikan baong dan ikan nila serta bandeng payau dan udang payau.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)