Harga Komoditas Turun, Daya Beli Petani-Nelayan Ikut Melorot

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 21:01 WIB
BPS menyatakan daya beli petani dan nelayan menurun sejalan lemahnya harga komoditas pangan pada Maret 2020. BPS menyatakan tingkat daya beli petani dan nelayan menurun sejalan lemahnya harga komoditas pangan pada Maret 2020. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat daya beli petani dan nelayan menurun sejalan lemahnya harga komoditas pangan pada Maret 2020. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP). 

Kepala BPS Suhariyanto mencatat indeks NTP nasional turun 1,22 persen dari 103,35 pada Februari 2020 menjadi 102,09 pada Maret 2020. Penurunan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Riau mencapai 3,51 persen, sementara peningkatan NTP terjadi di Maluku Utara 0,76 persen. 

"Ini karena harga yang dibayar petani naik, tapi harga yang diterima turun. Ada penurunan harga komoditas, salah satunya gabah, cabai merah, dan bawang merah, ini menguntungkan konsumen, tapi berdampak ke petani," kata Suhariyanto, Rabu (1/4). 


Tercatat, indeks harga yang diterima petani turun 1,08 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani naik 0,14 persen pada bulan lalu.

Secara rinci, NTP bagi petani sektor tanaman pangan turun 1,3 persen dari 103,76 menjadi 102,41, NTP hortikultura turun 0,79 persen dari 104,32 menjadi 103,5, dan NTP tanaman perkebunan rakyat turun 1,91 persen dari 105,4 menjadi 103,39 pada Maret 2020. 

NTP sektor tanaman pangan turun karena ada penurunan harga gabah 1,19 persen dan palawija khususnya jagung 0,99 persen. Kemudian, NTP hortikultura dipengaruhi harga sayur-sayuran, khususnya cabai merah dan cabai rawit dan buah-buahan, seperti durian dan pisang, serta tanaman obat, misalnya jahe dan kunyit. 

"Sedangkan penurunan NTP tanaman perkebunan rakyat dipengaruhi turunnya harga kelapa sawit dan karet," jelasnya. 

Kemudian, NTP peternakan turun 0,11 persen dari 98,23 menjadi 98,12, NTP perikanan nelayan turun 0,26 persen dari 100,31 menjadi 100,05, dan NTP perikanan budidaya turun 0,49 persen dari 101,17 menjadi 100,67 pada bulan lalu. 

Penurunan NTP peternakan dipengaruhi harga sapi potong dan ayam ras. Sedangkan NTP perikanan nelayan dan budidaya, masing-masing dipengaruhi harga ikan baong dan ikan nila serta bandeng payau dan udang payau.

[Gambas:Video CNN]


(uli/age)