Pemerintah di berbagai negara pun membatasi perjalanan warganya dengan menutup perbatasan negara. Keadaan ini memukul usaha jasa perjalanan secara merata, termasuk situs pemesanan online.
Salah satu pukulan dialami Trivago. Virus telah membuat mereka menghentikan pemasaran tiket ke seluruh area terdampak virus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Booking Holdings, perusahaan perjalanan online yang memiliki usaha Booking.com, Kayak, Priceline, dan Open Table, juga mengalami nasib serupa. Menurut CEO Booking Holdings Glenn Fogel, bisnis terbesar perjalanan saat ini bukan mencari pemesanan baru yang jumlahnya pasti sangat terbatas.
Kebanyakan dari mereka ingin membatalkan atau mengubah tanggal keberangkatan. "Saya pikir tak ada seorang pun yang mampu memprediksikan efeknya secara global seperti saat ini," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Sektor perjalanan juga diprediksi mengalami keterlambatan pemulihan akibat ketakutan masyarakat. Untuk itu Axel menyebut pihaknya telah menyesuaikan ekspektasi permintaan setelah krisis mereda.
Dia meramal pada awal pemulihan akan lebih banyak pemesanan perjalanan domestik akibat kekhawatiran melakukan perjalanan jauh. "Begitu ada kemungkinan melakukan perjalanan, orang-orang akan butuh pengalaman positif dan kamu berfokus untuk memberikan itu," katanya.
Glenn pun sepakat, dia optimis kebiasaan perjalanan masyarakat akan kembali normal. "Saya ingat setelah tragedi 9/11, keesokan harinya banyak sekali orang mengatakan dirinya tak akan lagi bepergian dengan pesawat. Tapi dengan berjalannya waktu mereka kembali melakukan perjalanan. Hal yang sama juga akan terjadi lagi," pungkas Glenn.