Corona, Jatuh Tempo HGU dan HGB Diperpanjang ke Akhir Tahun

CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2020 20:00 WIB
Mantan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10). Pemerintah memperpanjang jatuh tempo HGU dan HGB hingga akhir tahun di tengah wabah corona. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan relaksasi berupa perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) di tengah penyebaran virus corona. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi pemilik HGU dan HGB yang jatuh tempo tahun ini.

"Kami berikan dispensasi untuk HGB dan HGU yang habis, kami berikan perpanjangan sampai akhir tahun," ucap Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dalam video conference, Jumat (17/4).

Ia berharap relaksasi waktu perpanjangan HGU dan HGB ini tak mengganggu dunia usaha yang kesulitan untuk mengurusnya di tengah penyebaran virus corona. Sebab, Sofyan menyadari banyak pihak yang bekerja dari rumah (work from home) untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.


"Jadi kalau work from home ini berkepanjangan, virus corona ini panjang, kami berharap masa jatuh tempo HGU dan HGB yang habis pada tahun ini tak mengganggu bisnis," ujar Sofyan.

Sofyan bilang kebijakan ini juga salah satu upaya pemerintah agar operasional perusahaan tetap berjalan normal, sehingga menekan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Ini respons kami bantu masyarakat di tengah penyebaran virus corona, layanan pertanahan kami bantu," tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan Suyus Windayana menambahkan umumnya badan hukum cukup sadar jika masa waktu HGU dan HGB akan habis. Namun, pemilik HGB dan HGU perorangan terkadang lupa untuk mengurus perpanjangannya.

"Jadi ini lebih banyak di level masyarakat, mereka lupa ada tanah di perumahan kemudian lupa untuk memperpanjang masa HGB," jelas Suyus.

[Gambas:Video CNN]

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat yang memiliki tanah di perumahan agar meningkatkan statusnya menjadi hak milik. Dengan demikian, tanah itu menjadi sepenuhnya milik mereka, sehingga tak perlu lagi mengurus perpanjangan hak tanah tersebut.

"Saran saya tanah-tanah itu untuk segera ditingkatkan menjadi hak milik agar waktu kepemilikannya tidak ada batas waktu," pungkas dia.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK