Wakil Ketua Umum Hipmi Anggawira mengatakan penunjukan kemitraan harus menjadi perhatian BPK agar penggunaan uang negara dapat transparan dan tepat guna.
"Jangan sampai ada yang memanfaatkan dana untuk mengambil keuntungan sendiri atau kelompok," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Antara, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, sambung dia, peserta harus terlebih dahulu mengikuti pelatihan atau bersifat wajib baru pemerintah akan mencairkan uang sebagai insentif. Padahal, platform lain menyediakan pelatihan gratis alias tanpa biaya.
Ia juga menyarankan sebaiknya anggaran program kartu prakerja menjadi bantuan sosial (bansos) untuk jutaan keluarga miskin di Indonesia. "Termasuk, kolaborasi dengan pelaku usaha, sehingga iklim bisnis tetap terjaga," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah menyelesaikan pendaftaran gelombang I yang berlangsung sejak 11-16 April. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 5,96 juta orang.
Dari jumlah tersebut, peserta yang lolos verifikasi melalui e-mail sebanyak 4,42 juta orang. Kemudian, jumlah pendaftar yang sudah diverifikasi berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) sebanyak 3,29 juta.
Peserta yang berhak mengikuti pelatihan gelombang I mendapatkan informasi melalui SMS. Pesan singkat dikirimkan ke nomor ponsel yang didaftarkan saat registrasi sejak Sabtu (18/4) hingga Senin (20/4).
Namun, 1,87 juta peserta lolos yang tak dinyatakan masuk dalam gelombang I tak perlu mendaftar ulang. Pemerintah akan mengirimkan link melalui e-mail untuk memilih pelatihan di gelombang 2,3, dan seterusnya sehingga tidak perlu mengikuti proses sejak awal.
Kemudian, pemerintah kembali membuka pendaftaran kartu prakerja gelombang 2 pada hari ini hingga Kamis nanti.
[Gambas:Video CNN]
(bir/sfr)