Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengungkapkan tren kenaikan harga beras medium sebenarnya terjadi sejak awal tahun ini. Namun, puncaknya pekan lalu di mana harga beras medium tembus Rp10 ribu per kilogram atau berada di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp9.450 per kg.
"Jadi situasi pekan lalu berbeda. (Pekan lalu) itu puncaknya permintaan tinggi untuk bantuan-bantuan sosial, itu yang sebabkan kenapa harga meningkat," ungkap Sutarto kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih Rp10 ribu per kg, tapi turun Rp100 per kg atau ada yang Rp50 per kg. Itu tergantung daerahnya," jelas Sutarto.
Di sisi lain, Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid mengaku harga beras masih stabil, baik beras medium maupun premium. Ia mengklaim harga beras medium dan premium masih di bawah HET.
"Di pasar induk tidak ada kenaikan harga beras. Pasokan stabil," ujar Zulkifli.
Ia menyatakan harga beras medium di Pasar Induk Cipinang saat ini dibanderol rata-rata sebesar Rp8.500 sampai Rp9.000 per kg. Kemudian, beras premium rata-rata dijual sebesar Rp11.500 per kg.
"Jadi kalau ada yang bilang harga beras naik itu saya bantah. Semua stabil," tegas dia.
"Dari daerah-daerah yang panen itu mengalir ke pasar induk," jelas Zulkifli.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) curiga ada yang berupaya memainkan harga bahan pokok di tengah wabah virus corona. Bahan pokok yang dimaksud salah satunya adalah beras.
Ia memerintahkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk mengecek ketersediaan beras dan kenaikan harga yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pasalnya, kenaikan harga beras terjadi ketika harga gabah giling turun.
"Tolong dilihat betul lapangannya, lapangannya dicek betul. Harga gabah giling turun, kenapa beras naik. Harusnya harga beras ikut turun," pungkas Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)