Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp15.630 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi kemarin yakni Rp15.567 per dolar AS.
Sore ini, penguatan nilai tukar rupiah diikuti oleh mata uang negara lainnya. Tercatat, yen Jepang menguat 0,1 persen, dolar Singapura menguat 0,23 persen. Namun, dolar Taiwan melemah tipis 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini masih lebih ke teknikal, masih ada ketidakpastian global dan gejolak harga minyak yang akan menekan rupiah," ucap Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Diketahui, harga minyak sempat minus hingga US$37 per barel pada Selasa (21/4). Kemudian, keesokan harinya masih terus berada dalam tren pelemahan, meski tidak minus.
[Gambas:Video CNN]
Pada Rabu (22/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni anjlok 24 persen ke posisi US$19,33 per barel. Angka itu merupakan posisi terendah sejak Februari 2002 lalu.
Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni jatuh US$8,86 atau 43 persen ke US$11,57 per barel.
Kemudian, harga minyak mentah mulai bangkit hari ini. Tercatat, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik US$1,04 atau 5,38 persen ke posisi US$20,37 per barel.
Lalu, minyak mentah berjangka WTI untuk pengiriman Juni naik US$2,21 atau 19,1 persen ke US$13,78 per barel.
(aud/agt)