Investasi Sektor Manufaktur Tumbuh 44 Persen di Tengah Corona

CNN Indonesia | Senin, 27/04/2020 13:26 WIB
Presiden Joko Widodo melantik Agus Gumiwang menjadi Menteri Sosial menggantikan Idrus Marham. Menperin Agus Gumiwang menyebut investasi sektor manufaktur tumbuh 44 persen sepanjang kuartal I 2020. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat investasi sektor industri pengolahan atau manufaktur mencapai Rp64 triliun selama kuartal I 2020. Kondisi itu meningkat 44,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu meski industri tengah menghadapi tekanan dari wabah virus corona.

"Pada kuartal I tahun 2020 ini, nilai investasi industri manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4 persen dari total investasi keseluruhan sektor Rp210,7 triliun," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi, dikutip Senin (27/4).

Agus merinci nilai investasi sektor industri manufaktur pada tiga bulan pertama tahun ini berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp19,8 triliun serta penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp44,2 triliun. Jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu di mana PMDN sekitar Rp16,1 triliun dan PMA (Rp28,1 triliun).


Adapun sektor-sektor manufaktur yang menyetor nilai investasi secara signifikan pada kuartal I 2020, antara lain industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp24,54 triliun; industri makanan (Rp11,61 triliun); industri kimia dan farmasi (Rp9,83 triliun); industri mineral non logam (Rp4,34 triliun); serta industri karet dan plastik (Rp3,03 triliun).

Selanjutnya, nilai investasi industri kertas dan percetakan sebesar Rp2,99 triliun; industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain (Rp2,14 triliun); serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam (Rp1,99 triliun).

Pemerintah terus berupaya mendorong agar industri manufaktur tetap bergerak dalam memacu roda perekonomian nasional. Namun demikian, dalam kondisi saat ini, Kementerian Perindustrian menekankan kepada sektor industri terhadap pentingnya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mentaati protokol kesehatan.

"Dua sisi itu harus sejalan," ujarnya.

Berdasarkan catatannya, sebelum terjadi pandemi covid-19, industri pengolahan di tanah air masih menunjukkan gairah yang positif. Hal ini tercermin pada capaian Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis oleh IHS Markit, pada Februari tahun 2020 berada di posisi 51,9 atau tertinggi sejak tahun 2005.

[Gambas:Video CNN]

"Kami optimistis, dengan melakukan upaya mitigasi atau menerbitkan kebijakan-kebijakan strategis pada masa pandemi Covid-19 ini, tidak mustahil bahwa Indonesia sebelum tahun 2030 sudah bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia," ungkapnya.

Agus meyakini ekonomi Indonesia bakal bangkit lebih cepat usai pandemi corona berakhir. Keyakinan ini muncul setelah ekonomi China mengalami rebound yang lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Terlebih, berdasarkan laporan dari Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi bisa melesat 8,2 persen pada tahun 2021.

(sfr/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK