Potensi hilang karena Lapangan Camar terbakar pada 29 Februari lalu.
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan potensi hilang ini sebenarnya tidak terlalu besar. Sebab, produksi migas di lapangan tersebut hanya sekitar 500 barel per hari dan 2 MMSCFD. Namun, pemulihan membutuhkan waktu yang tak sebentar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengungkap kronologi terbakarnya Lapangan Camar. Mulanya, salah satu rig berubah posisi menjadi miring akibat penetrasi tinggi saat pemeriksaan sistem.
Rig kemudian menabrak salah satu platform dan menimbulkan percikan api hingga kebakaran. Saat itu, sambungnya, pekerja langsung menonaktifkan sistem dan memanggil pemadam.
[Gambas:Video CNN]
"Jarak rig dan platform saat check up sekitar 10 feets, 3 meter kurang lebih. Lalu saat amblas sedalam 5 feets, hampir 2 meter lebih, kurang lebih begitu kronologinya," tuturnya.
Julius mengatakan proses pemadaman kebakaran yang terjadi pada Sabtu (29/2) pukul 15.30 WIB itu baru benar-benar selesai pada Minggu (1/3) pukul 04.00 WIB. Namun dipastikan, katanya, tidak ada korban jiwa maupun luka. (uli/agt)