Mengutip Antara, Jumat (24/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 96 sen atau 4,7 persen ke posisi US$21,33 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni bertambah US$2,72 atau 19,7 persen ke US$16,50 per barel.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia atau dikenal sebagai OPEC+, sepakat memangkas produksi 9,7 juta barel per hari mulai bulan ini. Jumlah itu setara 10 persen dari pasokan global. Sebelumnya, kesepakatan itu berlaku mulai Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rystad Energy memangkas proyeksi permintaan minyak menjadi 89,2 juta barel per hari pada 2020. Proyeksi itu turun 10 persen dari 2019. Pekan lalu, konsultan energi itu meramalkan permintaan turun menjadi 90,3 juta barel per hari pada 2020.
Sejak awal tahun, harga dua jenis minyak acuan itu berkurang lebih dari dua pertiga. Kondisi ini disebabkan permintaan bahan bakar turun sekitar 30 persen di seluruh dunia akibat pandemi corona. Sementara, pasokannya melimpah ruah.
"Kami melihat reaksi nyata dari industri AS terhadap harga super rendah ini. (Reaksi) itu menciptakan beberapa tanda-tanda positif yang memungkinkan harga rebound sedikit," kata mitra di Hedge Fund Again Capital LLC di New York, John Kilduff.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)