Penurunan penjualan paling menonjol di China, lokasi pertama virus corona menyebar. Penurunan penjualan di China anjlok hingga 50 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, dalam periode yang sama, Starbucks di Amerika Serikat mengalami penurunan penjualan sebesar 3 persen dan membuat pendapatan bersih Starbucks turun sebesar 5 persen menjadi US$6 miliar.
Penurunan penjualan disebabkan oleh tutupnya gerai Starbucks di sebagian besar lokasi karena virus corona. Perusahaan sementara ini telah menutup sekitar setengah dari toko yang dioperasikan di Amerika Serikat, dan lebih dari 75 persen di Kanada, Jepang, dan Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Starbucks memang menutup gerai selama dua pekan untuk mencegah penyebaran virus corona di Amerika Serikat dan Kanada pada akhir Maret. Kemudian, penutupan diperpanjang hingga satu bulan.
Selama penutupan, mereka masih menerima layanan drive-thru dan pengantaran.
[Gambas:Video CNN]
Dalam aplikasinya, raksasa kopi itu menulis, "Segalanya berubah, tetapi kami masih di sini untuk Anda."
Wakil Presiden Eksekutif Starbucks dan Presiden Bisnis AS dan Kanada Rossann Williams mengungkap pekerja Starbucks masih akan dibayar untuk bulan berikutnya. Bahkan, jika mereka memilih untuk tinggal di rumah.
(age/sfr)