LSM Sebut Harga BBM di RI Kemahalan

CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2020 07:39 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU. Jakarta, Sabtu, 5 Januari 2019. Pertamina menurunkan harga Bahan Bakar Minyak atau Harga BBM nonsubsidi. Penurunan Harga BBM nonsubsidi itu berlaku mulai Sabtu (5/1/2019) pukul 00.00 WIB atau hari ini. LSM menyebut struktur penghitungan telah menyebabkan harga BBM di dalam negeri mahal. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menilai terdapat indikasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku saat ini terlalu mahal, sehingga membebani masyarakat.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin mengatakan pangkal permasalahannya adalah komponen penyusunan struktur harga BBM. Struktur harga ini ditengarai menjadi penyebab harga BBM sulit turun meskipun harga minyak mentah global anjlok.

Pada Rabu (29/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik US$0,47 atau 2,3 persen ke posisi US$20,46 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melemah US$0,44 atau 3,4 persen ke US$12,34 per barel.


"Ada indikasi harga BBM yang berlaku selama ini terlalu mahal dan membebani rakyat. Kenapa mahal? Karena jelas di situ harga crude terjun bebas tapi harga SPBU berbagai jenis bahan bakar masih tinggi," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (29/4).

Ia membandingkan harga penjualan pokok (HPP) BBM di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan Australia. Bahkan, kualitas BBM di dua negara itu lebih baik dibandingkan Indonesia.

Sebagai contoh, untuk RON 95 berkadar sulfur maksimum 10 ppm atau standar EURO 6 di Australia, HPP adalah setara Rp1.529 per liter. Sedangkan harga di SPBU yakni Rp8.376 per liter.

Sedangkan di Indonesia, untuk RON 98 berkadar sulfur maksimum 50 ppm atau standar EURO 4 (jenis Pertamax Turbo) HPP malah mencapai Rp7.387 per liter. Lalu, harga jual di SPBU sebesar Rp9.850 per liter.

"Ada potensi margin kelebihan biaya yang dinikmati oleh parasit BBM seperti para oil trader," imbuhnya.

Karenanya, ia mendesak pemerintah untuk mengevaluasi struktur komponen harga BBM. Saat ini, struktur harga meliputi harga minyak mentah Indonesia (ICP), pajak BBM 5 persen, PPN 10 persen, dan keuntungan yang diperoleh pengusaha. Dalam hal ini, ia meminta pemerintah terbuka terkait batas keuntungan yang dapat dikantongi pengusaha.

"Dengan harga minyak mentah yang sekarang ini terjun bebas, ini waktu yang tepat bagi pemerintah untuk reformasi harga baru yang pro rakyat tanpa korbankan aspek bisnis Pertamina," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK