Bantuan dinyatakan tidak bersumber dari dana APBN, melainkan merupakan donasi pribadi yang dikumpulkan sejak 24-29 April 2020. Masing-masing kantong bernilai total maksimal Rp200 ribu, dengan rincian 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 liter kecap, 20 bungkus mie instan, dan makanan dalam kemasan seperti kornet.
"Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, baik pemberi dan penerimanya. Angka 56 ini secara kebetulan sama dengan jumlah pagu Kementerian PUPR yang direalokasi Rp44,5 triliun, refocussing Rp1,8 triliun dan Padat Karya Tunai Rp11,2 triliun untuk penanganan dan mitigasi dampak Covid-19 yang jumlah keseluruhannya adalah Rp56 triliun," kata Menteri Basoeki Hadimoeljono di Gedung Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai hasil Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo tanggal 29 April kemarin, yang membahas program mitigasi dampak COVID 19, bahwa kalau PSBB dapat kita laksanakan secara disiplin, maka kita dapat melalui masa Pandemi yang puncaknya akan terjadi pada bulan Mei dan kembali normal pada bulan Juli 2020 sesuai skenario para pakar kita. Sekali lagi syaratnya harus disiplin menjalankan PSBB," ujarnya.
Kemudian di Pulau Kalimantan sebanyak 4.510 paket mencakup Provinsi Kalimantan Barat 755 paket, Kalimantan Selatan 1.138 paket, Kalimantan Tengah 983 paket, Kalimantan Timur 780 paket, dan Kalimantan Utara 854 paket. Di Pulau Sulawesi, dari 9.120 paket dibagikan di Gorontalo sebanyak 780 paket, Sulawesi Barat 967 paket, Sulawesi Selatan 3.055 paket, Sulawesi Tenggara 1.711 paket, Sulawesi Tengah 1.574 paket, dan Sulawesi Utara 1.044 paket.
Untuk Provinsi Maluku dan Papua, ada 7.670 paket yang didistribusikan. 1.250 paket di Maluku, 1.000 paket di Maluku Utara, 2.880 paket di Papua, dan 2.540 paket di Papua Barat. (rea)