Sri Mulyani menuturkan PSBB berdampak pada ekonomi banyak lapisan masyarakat. Mayoritas operasional perusahaan terganggu dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sulit meraup keuntungan. Alhasil, pendapatan masyarakat pun banyak terdampak.
"Untuk kuartal II 2020 kami prediksi memang lebih buruk. Berbagai belanja di rumah tangga mungkin akan mengalami penurunan yang cukup signifikan," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berbagai produk makanan dan saya rasa bidang kesehatan bakal positif. Namun ada yang seperti pakaian dan alas kaki bakal turun cukup besar," terang Sri Mulyani.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal I 2020 cuma 2,84 persen. Angka ini terpaut jauh dari periode yang sama tahun lalu, yakni 5,02 persen.
[Gambas:Video CNN]
BPS mencatat komponen yang mengalami kontraksi, yakni pakaian, alas kaki, hingga jasa perawatan minus 3,29 persen. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, komponen ini bertumbuh 4,48 persen.
Lalu, konsumsi transportasi dan komunikasi yang terkontraksi 1,81 persen dibandingkan 5,13 persen pada kuartal I 2019. Kemudian, komponen restoran dan hotel hanya tumbuh 2,39 persen dari sebelumnya 5,64 persen.