"Harapannya 2,3 persen, kalau saya pribadi mencatatnya itu tidak sampai 2,3 persen. Saya catatnya di bawah 2,3 persen. Tapi masih positif," ucap Suharso dalam video conference, Selasa (12/5).
Suharso menyatakan ekonomi Indonesia akan kembali turun atau bahkan terkontraksi pada kuartal II 2020. Ini terjadi sebagai dampak penyebaran virus corona di dalam negeri terhadap ekonomi domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharso memaparkan pemerintah memasang outlook pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar minus 0,4 persen hingga 2,3 persen. Angkanya jauh di bawah yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 5,3 persen.
Kemudian, ekonomi diperkirakan membaik pada tahun depan. Suharso menyatakan pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh 4,5 persen sampai 5,5 persen pada 2021 mendatang.
Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2019 yakni 4,97 persen. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi sebesar 2,41 persen jika dibandingkan kuartal IV 2019.
"Kalau kami lihat pergerakan pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2020 seperti dialami negara lain mengalami perlambatan cukup dalam," pungkas Suhariyanto.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)