Hal ini tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (KEM PPKF RAPBN) 2021 yang disampaikan di Rapat Paripurna DPR.
"Rencana kerja pemerintah 2021 adalah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ungkap Sri Mulyani saat Rapat Paripurna DPR, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Oil Prices/ICP) diproyeksi berada di kisaran US$40 sampai US$50 per barel. Lifting minyak bumi ditargetkan sekitar 677 ribu sampai 737 ribu bph dan gas bumi sekitar 1,08 juta sampai 1,17 juta barel setara minyak per hari.
"Hal ini juga dengan konsistensi dalam melakukan reformasi perpajakan dan pemulihan ekonomi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan rasio perpajakan secara bertahap di masa yang akan datang," ucapnya.
Sementara rasio Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditargetkan mencapai 1,6 persen sampai 2,3 persen dari PDB. Rasio PNBP akan dikejar dengan peningkatan kualitas layanan dan optimalisasi aset negara.
Sri Mulyani menegaskan pemerintah akan terus melakukan reformasi kebijakan yang ditujukan untuk mendukung pemulihan ekonomi Tanah Air. Kemudian, juga dilakukan reformasi di bidang pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, dan efektivitas program perlindungan sosial yang komprehensif
"Kebijakan pembiayaan 2021 akan diarahkan untuk mendukung countercyclical guna mendukung stabilitas ekonomi, termasuk melalui pembiayaan UMi, pendalaman pasar, efisiensi cost of borrowing, restrukturisasi BUMN, pembiayaan yang terukur dan hati-hati agar rasio utang dijaga di batas aman," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)