Kemudian, pekerja restoran sebanyak 1.179 orang, pekerja ekonomi kreatif sebanyak 14.991 orang, biro perjalanan 1.107 dan pekerja seni budaya 14.721 orang. Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan pandemi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata.
Dedi mengungkap pertumbuhan sektor pariwisata mencapai minus 3 persen dan berdampak pada inflasi sebesar 0,24 persen. Pertumbuhan ini minus karena pelaku usaha industri hotel, restoran, ekonomi kreatif hingga usaha non formal banyak yang mengambil kebijakan untuk merumahkan pekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan permohonan itu, pihak kementerian melakukan refocusing anggaran untuk membantu para pekerja yang terdampak. Alhamdulillah, Jabar mendapat bantuan dengan kuota 36 ribu bahan makanan pokok bantuan kerohiman dari Kemenparekraf untuk pekerja yang terdampak," katanya.
Dedi mengakui, bantuan ini hanya bersifat sementara dan tidak bisa menyelesaikan persoalan. Namun, jika dilihat dari sisi psikologis, maka hal ini diharapkan bisa berpengaruh positif dan meringankan beban kepada para pekerja yang dirumahkan.
Di awal fase ini, ada konsep new normal pada promosi dengan sasaran pariwisata pasar domestik yang dibagi ke dalam beberapa bagian daerah.
"Tentu saja ada penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kita berharap dalam fase pemulihan sudah mulai mengedepankan quality tourism. Dorongan kepada masyarakat ini nantinya diarahkan pada destinasi wisata alam terbuka," ucap Dedi.
Di sektor ekonomi kreatif, pihaknya akan mendorong produk yang dihasilkan lebih mengutamakan faktor kesehatan. Salah satu contohnya, destinasi kuliner khas daerah yang memiliki kandungan yang sehat.
"Tentu sasaran pasarnya semua kalangan usia, tapi fokusnya ke pasar milenial. Pada masa fase pemulihan ini, salah satu yang menjadi target adalah memperbanyak mice. Ini harus ada kerjasama antara pemerintah dan asosiasi agar industri pariwisata bisa kembali bangkit," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(hyg/age)